Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CA BAU KAN, novel karya Remy Sylado yang berkisah tentang latar budaya Tionghoa peranakan di Hindia Belanda pada kurun waktu 1930-an hingga pascakemerdekaan tahun 1960-an mengisahkan seorang perempuan Betawi bernama Tinung yang menjadi seorang ca bau kan di daerah Kalijodo, Batavia kala itu.
Ca Bau Kan dalam Bahasa Hokkian berarti perempuan, yang saat zaman kolonial diasosiasikan dengan pelacur, gundik, atau perempuan simpanan orang Tionghoa.
Tinung yang memiliki nama asli Siti Noerhajati itu diceritakan menjadi sangat populer dan terkenal karena kecantikannya. Sampai-sampai ia dijadikan wanita simpanan oleh seorang juragan (tauke) pisang berperangai kasar bernama Tan Peng Liang. Tinung lalu hidup dengan nyaman dan bahkan mengandung anak lagi.
Namun, Tinung melarikan diri karena tidak tahan dengan lingkungan rumah Tan Peng Liang yang diwarnai kekerasan. Ia kemudian melanjutkan profesinya sebagai wanita penghibur di Kalijodo.
Ya, sejak era 1930-an itulah Kalijodo sudah dikenal sebagai tempat para penikmat cinta sesaat. Dan seperti tak habis dimakan usia, Kalijodo masih eksis sampai hari ini.
Tidak kurang dari 80 kafe berdiri berdempetan ditambah warung-warung yang dibandung di bantaran Banjir Kanal Barat dan Kali Angke tersebut. Namun cerita tentang kemolekan Tinung dalam rupa wanita-wanita penghibur yang mengais rupiah di tempat ini mungkin saja akan menjadi kenangan.
Pasalnya, tidak lama lagi, area tersebut akan dibersihkan oleh Pemrov DKI Jakarta yang berencana menjadikannya ruang terbuka hijau. Kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, lokalisai Kalijodo lebih banyak mudarat daripada manfaatnya dan karena itu perlu dibersihkan.
Jika ditelusiri jauh ke belakang, rencana menggusur lokalisasi Kalijodo di bawah kepemimpinan Ahok kali ini bukan yang pertama. Pada Januari 2015, pembersihan Kalijodo direncanakan sudah dilakukan. Namun entah kenapa rencana tersebut urung teralisasi.
Jauh lagi ke belakang, rencana menggusur dan menata ulang kawasan Kalijodo karena selain menjadi tempat prostisusi juga banyak berdiri bangunan liar, sudah muncul sejak 1994 ketika pemerintah saat itu meratakan 32 rumah lalu dijadikan lapangan. Rencana penataan muncul kembali pascabentrok dua kelompok massa yang melukai 3 orang dan menyebabnkan 255 rumah hangus terbakar pada 22 Februari 2002.
"Kalau rencana menata Kalijodo ini sudah dari dulu-dulu. Tetapi ya tidak pernah terwujud sampai sekarang. Jadi bukan baru kali ini saja ada cerita-cerita mau gusur," kata Muhammad Natsir, warga Rt/Rw 16/05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara saat disambangi di rumahnya, Kamis (11/2).
Natsir yang berasal dari Makassar megaku sudah tinggal di area sekitar Kalijodo sejak 1969. "Kalau tempat lokalisasi mah lebih dulu ada di sini baru saya. Sempat saya pulang kampung lalu balik pada 1978. Udah lama ini tempatnya," ucap Natsir lagi.
Tampaknya, Natsir pesimistis operasi penertiban yang dilakukan Ahok akan berjalan mulus. Pasalnya, Kalijodo memiliki beking yang kuat karena perputarana uang yang ada dalam satu malam mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
"Ini mah soal uang saja. Sekarang kan yang datang ke sini bukan cuma yang kelas-kelas kere tetapi orang berduit juga ke sini. Pasti perputaran uangnya besar. Apalagi jasa keamanannya," jelas Natsir.
Ia menyebut untuk jasa keamanan di Kalijodo saja, per malamnya bisa mencapai Rp10 juta yang diperoleh dari jasa parkir hingga jatah dari para mucikari-mucikari. "Makanya di sini itu premannya kuat. Ada orang suku saya juga dari Mandar, ada dari Serang, dan Jawa. Mereka bagi-bagi saja,” ungkap Natsir.
Maka itu, Ahok diminta Natsir untuk tidak perlu sesumbar dan memakai ancaman. "Kami warga di sini saja sudah takut-takut. Makanya mungkin perlu dialog yang baik saja. Tidak usah baku ancam,” kata ayah 3 orang anak ini.
Bola kini ada di tangan Ahok dan jajarannya. Kepala Asisten Bidang Pemerintahan Kota Jakarta Utara Rusdiyanto mengaku pihaknya sedang merapatkan rencana penertiban tersebut khususnya yang masuk area Penjaringan, Jakarta Utara. "Ini sedang kami rapatkan. Nanti saja ya,” kata mantan Camat Penjaringan tersebut.
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang dikonfirmasi terpisah mengatakan menata kawasan lokalisasi Kalijodo harus dilakukan dengan cara-cara manusiawi. Misalnya melalui dialog dan tidak terkesan ada kekerasan baik verbal melalui ucapan maupun tindakan.
"Ini adalah ujian yang baik bagi Pa Ahok. Tinggal sekarang harus dikomunikasikan dengan baik rencana pemerintah dan apa maunya warga. Bahwa kawasan lokalisasi yang berada bersama pemukiman warga itu tentu saja tidak baik bagi perkembangan pendidikan dan mental anak-anak tentunya sehingga harus ditata. Tapi tetap harus dengan cara-cara yang manusiawi," pungkas Pigai. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved