Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Depok menghadirkan dokter spesialis memeriksa kejiwaaan Zanuar Arifin alias Begeng, 35 yang kerap berubah-ubah tiap memberikan keterangan dihadapan penyidik. Sejak ditangkap dan diperiksa Minggu (7/2) sampai sekarang ini, keterangan penculik dan pembunuh Jamaluddin, 7, itu sering tidak masuk logika, berbelit, dan tak sinkron.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Teguh Nugroho, mengatakan Bogeng penculik dan pembunuh Jamaluddin tiap diperiksa keterangannya kerap tidak logika. Sehingga dibutuhkan dokter spesialis forensik, dokter kejiwaan dan dokter psikologi forensik.
Rabu (10/2), Begeng menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Polri, Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dan selanjutnya akan menjalani tes kejiwaan dan psikologi forensik di Mabes Polri.
Pemeriksaan itu, katanya, dilakukan dalam rangka menguak motif dari penculikan disertai pembunuhan yang menimpa Jamaluddin, yang merupakan siswa kelas I SDN Beji 03.
"Kasus seperti ini termasuk dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), karena korbannya anak dibawah umur," kata Teguh di Depok.
Dijelaskan, hingga kini keterangan tersangka masih sering berubah-ubah. Sehingga untuk menguak kebenaran berdasarkan fakta yang ada harus dilakukan pendalaman dan pemeriksaan atas kondisi kejiwaan pelaku.
Dalam hal ini pihaknya mengedepankan pemeriksaan berdasarkan fakta (scientific investigation). "Kita tidak mengejar pengakuan pelaku tapi mengumpulkan fakta yang ada di lapangan," ujar dia.
Tes kejiwaan menurutnya, ialah untuk mengetahui karakter tersangka. Termasuk mengetahui apakah tersangka mengalami disorientasi seksual atau tidak. "Ini kita lakukan untuk menggali apakah tersangka mengalami disorientasi atau tidak. Pengumpulan barang bukti dan tes ini dilakukan dalam rangka menggali motif tersangka melakukan perbuatan itu," tegasnya.
Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 10 saksi. Termasuk ibu pelaku yang diperiksa selama lebih dari tiga jam. Jumlah saksi yang diperiksa nanti bisa saja bertambah jika memang diperlukan.
Ditanya apakah akan ada tersangka lai, Teguh mengatakan, kemungkinan itu bisa saja terjadi jika dalam pengumpulan barang buktinya memang mengarah pada adanya orang lain selain Begeng. "Makanya masih terus kita dalami keterangan tersangka, saksi dan mengumpulkan bukti," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved