Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG Januari 2016, Satuan Narkoba Polres Depok berhasil meringkus 40 bandar narkoba yang menjadikan lingkungan kampus sebagai target pasar mereka.
Beberapa di antara bandar tersebut bahkan berstatus mahasiswa aktif.
"Para mahasiswa itu adalah perpanjangan tangan bandar untuk mengedarkan narkoba di lingkungan kampus," ujar Kapolres Depok Komisaris Besar Dwiyono, kemarin.
Banyaknya perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah di Depok, sambung Dwiyono, seakan menjadi 'surga' bagi para bandar narkoba.
"Sekarang penyebaran narkoba dikendalikan mahasiswa. Jumlah mereka yang besar menjadi target pasar di Depok," terangnya.
Dwiyono mencontohkan ditangkapnya MT, seorang mahasiswa semester lima sebuah perguruan tinggi di Depok, beberapa hari lalu.
Dari kamar indekosnya, polisi mendapati tumpukan ganja seberat 3,5 kilogram.
"MT merupakan pemasok narkoba jenis sabu dan ganja di lingkungan kampus tempat dia menimba ilmu. Dia ditangkap di asrama mahasiswa, tepatnya di seberang jalur kereta rel listrik, Kelurahan Pondok Cina (Beji) pada Kamis (4/2) malam, sepulang dari kampus," paparnya.
Tertangkapnya MT tersebut, lanjut Dwiyono, menambah panjang daftar bandar narkoba yang berasal dari kalangan mahasiswa.
"Selama Januari 2016, Polres Depok telah menangkap 40 tersangka di seluruh wilayah Depok. Barang bukti narkoba yang diamankan yakni ganja senilai Rp11 juta dan 75 gram sabu senilai Rp127 juta. Dari 40 tersangka, 37 adalah laki-laki dan 3 perempuan. Di antara 37 itulah mahasiswa," kata Dwiyono.
Razia kontrakan
Kasat Narkoba Polres Depok Komisaris Vivick Tjangkung menambahkan, saat ditangkap, MT tengah di bawah pengaruh narkoba yang dikonsumsinya.
"Hasil tes urinenya, dia positif narkoba. Dia tak hanya mengedarkan narkoba di lingkungan kampusnya, dia juga mengedarkan di beberapa kampus lainnya di Depok. Konsumennya mayoritas remaja, anak seusia sekolah, berikutnya sopir angkutan umum perkotaan (angkot) di terminal Depok," terang Vivick.
Hingga kini pihaknya masih mendalami asal narkoba yang dimiliki MT, termasuk didalami ke daerah mana sajakah dia mengedarkan sabu dan ganja.
MT kini mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Depok bersama mahasiswa-mahasiwa lainnya yang juga jadi pengedar ganja dan sabu.
Sejalan dengan hasil tangkapan itu, Polres Depok akan meningkatkan pemeriksaan di rumah kontrakan dan indekos mahasiswa yang diduga dijadikan tempat peredaran narkotika.
Pasalnya, mayoritas dari para tersangka itu ditangkap di rumah kontrakan.
"Jadi kami imbau kepada masyarakat agar melaporkan segala informasi yang bisa mengganggu ketertiban lingkungan," imbuhnya
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, pengguna narkoba cukup memprihatinkan di kota itu.
Pasalnya, tren penggunaan narkoba di Depok sudah berubah dari ganja menjadi sabu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved