RSUD Depok Rawat Pasien DBD di Selasar

Kisar Rajaguguk
02/2/2016 19:55
RSUD Depok Rawat Pasien DBD di Selasar
(MI/AGUNG WIBOWO)

WABAH demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Depok, Jawa Barat menyebabkan 19 rumah sakit pemerintah dan swasta sampai kewalahan merawat penderita penyakit yang ditularkan nyamuk aides aegypti itu. Penderita DBD di Kota Depok yang dirawat di rumah sakit saat ini mencapai 140 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Noorzamanti Liez Karmawati di Depok mengatakan tingginya angka pasien DBD membuat pihak rumah sakit kewalahan dan perawatan terpaksa dilakukan di luar kamar rawat. Salah satu rumah sakit yang merawat pasien di selasar atau lorong ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok di Sawangan.

"Pasien DBD terpaksa dirawat di IGD (instalasi gawat darurat) dan selasar atas persetujuan keluarga. Komitmen kami semuanya diterima di rumah sakit. Kalaupun ruangan penuh, kami upayakan diterima di IGD,” kata Liez ketika dihubungi, Selasa (2/2).

Ia mengatakan RSUD Kota Depok hanya memiliki 71 kamar untuk sembilan jenis penyakit seperti paru-paru, penyakit dalam, serta untuk perawatan ibu hamil. Sedangkan kamar rawat untuk pasien DBD hanya tersedia sembilan kamar.

"Hal inilah yang menyebabkan RSUD Kota setempat melakukan perawatan di IGD dan selasar rumah sakit itu karena rumah sakit pemerintah Bhayangkara, Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Cimanggis berikut 17 rumah sakit swasta yang ada di Kota Depok telah kepenuhan pasien, “ ujar Liez.

Jumlah kasus DBD di Kota Depok pada Januari 2016, kata Liez, tercatat mencapai 140 orang, dua dari jumlah itu meninggal dunia. Liez mengingatkan masyarakat untuk memberlakukan pola hidup bersih dan sehat, serta pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar.

"Nyamuk di saat-saat tertentu patut diwaspadai, terutama pukul 09.00-10.00 WIB dan 15.00-17.00 WIB. "Anak biasanya tidur pada jam-jam tersebut, makanya kebanyakan anak-anak yang diserang,," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya