Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti kasus perdagangan satwa yang dilindungi. Barang bukti itu berupa penyu yang diawetkan, kulit buaya, tulang, taring, dan kulit harimau dan dibakar di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (2/2).
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan organ-organ satwa itu didapat dari tersangka berinisial SH yang ditangkap pada awal Desember tahun lalu. Tersangka adalah perajin tas, sepatu, dan dompet berbahan kulit
“Tersangka menjual (kerajinannya) berdasarkan pesanan dari para pelanggannya sejak awal 2015. Saat kami geledah, rupanya ada juga tulang dan satwa yang diawetkan. Berdasarkan pengakuannya, sudah ada 11 harimau yang diolah dan itu kulitnya,” terang Asep.
Hingga kini, kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut untuk mendapatkan informasi pemasok satwa-satwa tersebut kepada SH. "Dia mendapatkan (satwa) dari Sumatera, khususnya Jambi. Tapi siapa pemasoknya, lagi ditelusuri," ujarnya.
Atas perbuatannya, SH dijerat dengan Pasal 21 Ayat (2) Huruf b dan d jo Pasal 40 Ayat 2 UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar mengatakan segala bentuk penjualan satwa yang dilindungi merupakan bentuk pelanggaran terhadap perjanjian internasional tentang perlindungan terhadap satwa langka (CITES).
Terkait satwa yang dijual oleh SH, yakni harimau sumatera, Anang mengatakan jumlahnya saat ini tinggal 400 ekor hingga 600 ekor. Jumlah tersebut dikategorikan kritis dalam kepunahan daftar merah.
"Untuk penyu, menurut data WWF, jumlahnya selama 20 tahun terakhir menurun cepat, khususnya di kawasan pasifik, hanya sekitar 2.300 ekor penyu betina dewasa yang tersisa di Indonesia. Sementara jumlah buaya juga menurun, karena habitatnya terdesak oleh aktivitas manusia dan bahkan dibunuh," tandas Anang. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved