Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Penggerebekan terhadap sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/1) pagi, membuka fakta baru.
Polisi dan aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) justru mendapati mesranya hubungan antara bandar narkoba dan sindikat begal motor.
"Jadi, motor-motor yang dibegal selama ini dibarter dengan sabu milik bandar. Praktik ini sudah berjalan cukup lama," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona, di Jakarta, kemarin.
Para begal motor, sambungnya, kini tidak lagi menjual ke penadah. Mereka menukarkannya dengan narkoba untuk kemudian mereka jual ke masyarakat.
"Transaksinya sangat cepat. Begal tak perlu masuk ke rumah bandar untuk bertransaksi. Dari pengamatan kami, begal itu memarkirkan dan meninggalkan motor hasil curiannya di depan rumah. Sekejap itu juga tiba-tiba keluar tangan dari jendela rumah untuk menyerahkan sabu ke begal itu. Semuanya tidak sampai 5 menit," ujar Daniel.
Ia menambahkan satu unit motor hasil pembegalan ditukarkan dengan dua paket sabu yang setiap paketnya berisi 1 gram sabu.
"Biasanya motor yang dibawa berjenis bebek atau matic. Kalau dijual sekitar Rp2 juta. Jadi, memang setara dengan sekitar 2 gram sabu," ucapnya.
Daniel menjelaskan para begal yang sering melakukan transaksi itu termasuk dari 37 orang yang ditangkap.
Sementara itu, 10 bandar sudah ditetapkan sebagai tersangka, empat di antara mereka merupakan pemain lama.
Curiga sejak lama
Fakta adanya hubungan antara bandar nakoba dan sindikat begal motor diperkuat barang bukti yang disita petugas. Selain narkoba, polisi menyita puluhan senjata tajam yang digunakan sindikat begal motor untuk beraksi.
Ronny, 48, warga RW 13, mengatakan wilayahnya kerap didatangi warga dari luar Kampung Bahari. Orang itu biasanya datang ke rumah bandar yang digerebek polisi dan tidak sampai 5 menit sudah pergi lagi.
"Saya sering lihat banyak orang dari luar yang datang ke rumah itu. Anehnya mereka tak pernah masuk ke rumah. Datang dua motor, habis itu langsung pergi dengan motor satunya. Semuanya serbacepat. Selama ini warga tak tahu ngapain mereka di situ," ujar Ronny.
"Maka itu, saya kemarin bilang Alhamdulillah itu orang yang saya sering lihat dan bikin resah akhirnya tertangkap. Soalnya motor warga di sini juga sering hilang. Mereka cuma jadi sampah saja di sini. Dua kali digerebek polisi, bikin malu saja!" tegasnya.(Mal/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved