Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKAS perkara dan alat bukti di tangan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dinilai sudah sempurna.
Dengan demikian, berkas tersebut siap dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI.
Demikian penjelasan psikolog Universitas Indonesia (UI) Sarlito Wirawan Sarwono seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi ahli di Polda Metro Jaya, kemarin.
"Saya memberikan kesaksian dan laporannya pada (tertuang) berita acara pemeriksaan (BAP). Terkait alat bukti, menurut saya, sudah cukup baik dan signifikan," kata Sarlito.
Menurut Sarlito, beberapa bukti itu masih terkait dengan psikologi.
"Sampai situ saja. Saya tidak diperkenankan memberikan informasi apa pun. Semuanya ada pada reserse (penyidik)."
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti yang ikut mendampingi Sarlito enggan berkomentar dan irit bicara kala di tanyakan seputar lemahnya alat bukti dan perkembangan proses penyidikan.
"Sudah.. sudah. Saya mau kerja," ujar Krishna.
Sebelumnya, penyidik juga memanggil Edi Dermawan Salihin, ayah Mirna, untuk menjalani pemeriksaan tambahan.
Dermawan diperiksa selama lima jam sejak pukul 10.00 WIB, kemarin.
Dermawan berharap kasus yang menimpa putrinya tersebut segera terungkap dan polisi mengganjar tersangka dengan hukuman setimpal.
"Intinya begini. Saya minta agar kasus ini benar-benar dibongkar. Kalau tidak, ya sangat berbahaya karena kan orang sudah ngeracun, tetapi enggak ada hukumannya," keluh Dermawan.
Dermawan pun tidak berani berkomentar apakah calon tersangka ialah Jessica Kumala Wongso, rekan Mirna, yang kala itu memesankan es kopi untuk putrinya di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).
"Enggak ada. Ini sudah seperti ini, ya nanti tunggu saja sampai release. Nanti kan polisi yang menentukan tersangka. Intinya begini, anak saya mati yang beli kopi dia (Jessica)," tandas Dermawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved