Ratusan ABK di Muara Baru Nganggur

Thomas Harming Suwarta
26/1/2016 19:39
Ratusan ABK di Muara Baru Nganggur
(ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya)

Ratusan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara harus menelan pil pahit lantaran berbulan-bulan tidak bisa melaut karena terganjalnya izin kapal untuk melakukan penangkapan ikan. Dari izin yang dulunya bisa mereka peroleh hanya dalam waktu 2 sampai 3 minggu kini bahkan sampai 1 tahun, izin tersebut tidak kunjung keluar.

Ditemui di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Selasa (26/1), Ipung, 41, seorang ABK KM Toba mengaku sudah 7 bulan terakhir tidak melaut karena izin melaut untuk melakukan penangkapan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak kunjung keluar.

"Kami yang di KM Toba saja ada sekitar 30 ABK sudah 7 bulan ini tidak melaut karena izin belum keluar. Ya menganggur saja di sini," kata pria asal Ngawi, Jawa Timur ini.

Ipung yang tengah sibuk membersihkan kapal bersama rekan-rekannya itu menambahkan sebagian teman-teman ABK sudah memilih pulang kampung. "Ya kita yang memilih bertahan ini sementara hidup dari pemilik kapal dengan uang makan 50 ribu per hari sekalian tugas merawat kapal saja," katanya.

Pengalaman Ipung, yang sudah mengikuti kapal sejak 2008 itu, surat-surat perpanjangan izin bisa keluar hanya dalam waktu 2 sampai 3 minggu ini. "Info dari bos ya begitu sejak menteri yang baru ini koq bisa lama begini malah belum keluar juga. Dulu 2 mingguu juga sudah ada," katanya.

Pengakuan Dasril, 26, juga sama. Bahkan ia bersama 27 ABK lainnya di Kapal Mandiri Sejahtera juga tidak melaut selama 1 tahun terakhir. Masalahnya juga sama, izin perpanjangan penangkapan ikan yang belum juga terbit.

"Malah uda 1 tahun ini tidak melaut. Ya nganggur saja nungguin kapal sambil ngerawat," kata Dasril.

Diperkirakan kata Dasril, ABK yang bernasib seperti dia bisa mencapai ratusan karena banyaknya kapal yang sudah lama terparkir saja di dermaga pelabuhan perikanan Muara Baru bisa mencapai 50 persen dari kapal-kapal yang ada.

"Angka persisnya memang kita tidak hitung ya berapa tetapi selama ini untuk ABK saja bisa lah sampe ratusan karena 1 kapal saja kan bisa ada dua puluhan ABK. Dan kapal yang parkir saja jumlahnya banyak sekali selama setahun terakhir ini," kata Dasril. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya