Petugas Gelandang Dua WNA dari Klinik Chiropratic Indonesia

Nelly Marlianti
26/1/2016 17:24
Petugas Gelandang Dua WNA dari Klinik Chiropratic Indonesia
(MI/ADAM DWI)

Aparat gabungan Kasubdit Remaja Wanita dan Anak (Renata) Polda Metro Jaya, Satpol PP DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (26/1) mengeledah klinik Chiropratic Indonesia ada di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan.

Razia tersebut berlangsung alot. Pasalnya para karyawan dan pemilik klinik tersebut berusaha membela diri dan tidak mau disalahkan dalam pengeledahan tersebut. Bahkan,

Dua warga negara asing (WNA) bernama Antoni dan Thomas yang merupakan dokter di klinik, sempat bersembunyi dan mencoba melarikan diri saat petugas melakukan pengeledahan. Karyawan klinik tersebut sempat mengelak mengenai keberadaan 2 WNA tersebut. Kedua WNA tersebut akhirnya berhasil ditemukan petugas saat hendak melarikan diri menuju balkon gedung sebelah klinik Chiropratic Indonesia.

"Jadi balkonnya ini nyambung cuma dibatasi tembok kurang dari satu meter. Petugas sampai ikutan manjat-manjat, karena mereka ingin lari lewat gedung sebelahnya. Mereka ini sempat mengelak kalau ingin kabur, padahal jelas-jelas mereka ngumpet dan berniat melarikan diri," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Maria Margaretha.

Maria mengungkapkan, para karyawan dan pengacara kedua WNA ini sangat keras kepala dan ngotot. Menurutnya, para karyawan tersebut sempat membela diri dengan menyatakan klinik mereka memiliki izin sarana.

Namun saat disingung mengenai izin tenaga kerja asing, mereka mengelak bahwa tidak ada aturan yang menyatakan tenaga asing harus memiliki izin. "Mereka ini bilang aturan mengenai izin kerja WNA ini tidak ada. Apanya yang tidak ada dalam permenaker 67 dan UU Kesehatan jelas diterangkan penggunaan tenaga kerja asing. Jadi jangan bilang tidak diatur dong. Semua yang ada disini ngeyel semua, karyawannya, dokternya, pengacaranya ngeyel semua. Semua kami proses, mereka tidak bisa ngeyel apalagi membentak petugas," katanya.

Delapan karyawan perempuan klinik tersebut dan Antoni dan Thomas, yang sebelumnya pernah ditemui Dinkes saag pengeledahan di Gandaria City beberapa waktu lalu, dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya