Penyidikan Kasus Mirna Rampung

Gol/X-8
26/1/2016 04:15
Penyidikan Kasus Mirna Rampung
Komisaris Besar Krishna Murti, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya(ANTARA/Rosa Panggabean)

PENYIDIKAN kasus kematian Wayan Mirna Salihin, 27, telah rampung. Menurut rencana, hari ini (Selasa, 26/1), penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bertemu pihak Kejaksaan Tinggi DKI untuk membahas konstruksi hukum sekaligus menetapkan tersangka.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, penyidik sudah mengantongi sejumlah alat bukti yang menguatkan sangkaan pidana, seperti keterangan saksi, dokumen, dan petunjuk barang bukti.

Selain itu, lanjutnya, penyidik telah menerima bukti tambahan berupa keterangan resmi dari para saksii ahli, yakni psikiater forensik, praktisi hukum pidana, dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Namun, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, penyidik harus menggelar perkara atau ekspos dengan JPU (jaksa penuntut umum). Jadi kami hanya terkendala pada legal yuridis yang harus dipenuhi sebelum penetapan tersangka. Sebabnya, kami harus menghindari kesalahan kecil yang mungkin dalam proses bagian pidana,," tambah Krishna kepada wartawan, kemarin.

Dalam pertemuan dengan JPU, lanjutnya, penyidik wajib menunjukkan salah satu bukti autentik.

Jika bukti itu dinilai signifikan, barulah jaksa akan memberikan petunjuk pengujian melalui proses gelar perkara dan akhirnya memutuskan siapa yang pantas dijerat hukum.

Di sisi lain, penyidik kembali memeriksa Hani, salah seorang saksi kunci yang juga sahabat Mirna, kemarin. Ia dipanggil lantaran saat pemeriksaan awal kondisi psikologisnya belum stabil, sehingga masih diperlukan pendalaman.

"Hani panik waktu itu. Kita tanya mungkin dia tidak ingat dan kita tunjukkan sesuatu seperti hasil CCTV apakah dia mengingat, karena keterangannya ada yang berbeda dengan yang kami miliki," jelas Krishna.

Hani menjalani pemeriksaan selama 3 jam sejak pukul 11.00 WIB. Ia pun enggan menanggapi pertanyaan wartawan dan berjalan cepat sembari menutup wajahnya.

"Maaf, maaf," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya