Operasi Fajar Dilakukan Rahasia

Budi Ernanto
24/1/2016 16:33
Operasi Fajar Dilakukan Rahasia
(MI/Arya Manggala)

APARAT kepolisian memastikan operasi memberantas narkoba akan dilakukan secara rahasia. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto mengatakan anggota yang terlibat dalam operasi itu, pun tidak ada yang mengetahui di mana dan siapa targetnya.

"Ini kan penangkapan, penggerebekan. Kalau kami umumkan, penjahatnya bisa kabur duluan. Sebelum operasi kami juga petakan wilayah yang jadi sasaran. Harus tahu jalan masuk dan keluar serta kemungkinan yang dipakai oleh target untuk kabur," kata Eko.

Untuk mengantisipasi insiden yang terjadi di Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Eko mengatakan pihaknya nanti akan dibantu oleh satuan Brigadir Mobile yang dilengkapi senjata. Namun, jika operasi masih berupa penyelidikan, bisa dilakukan dengan tanpa seragam.

Menurut Eko, tersangka kasus narkoba yang selama ini ditangkap hanyalah kurir dan pengedar. Umumnya mereka dipekerjakan oleh bandar yang merupakan warga negara asing dan berada di luar negeri.

"Bandar mana mau ada di sini (Jakarta). Mereka lebih baik suruh warga negara Indonesia untuk jual," imbuhnya.

Barang haram yang dijual dan banyak beredar di Jakarta adalah sabu dan ekstasi. Sepanjang 2015, kata Eko, narkoba jenis heroin sudah mulai sedikit yang ditemukan polisi saat menangkap kurir atau pengedar.

"Tahun lalu, barang bukti jenis sabu totalnya sampai satu ton. Ekstasi 800 ribu butir," tandas Eko.

Dalam kegiatan bersandikan Operasi Fajar itu, akan melibatkan Pemprov DKI. Namun, keterlibatannya hanya ada usai operasi dilakukan kepolisian. Eko mengatakan Pemprov DKI lah yang bertugas untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap para tersangka kasus narkoba. (Beo/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya