Pengamanan Balai Kota DKI Diperketat

Selamat Saragih
21/1/2016 18:31
Pengamanan Balai Kota DKI Diperketat
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Gedung Balai Kota DKI diisukan menjadi sasaran serangan teroris, sehingga dilakukan pengamanan ekstra ketat. Pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut-sebut menjadi target serangan.

Kepala Biro Umum DKI Agustino Dharmawan mengaku hingga kini belum mendapat informasi adanya ancaman teroris itu. Meski demikian, penambahan personel keamanan sudah dilakukan sejak awal November 2015 lalu.

"Kami kerja sama dengan TNI/Polri. Kami terus meningkatkan keamanan di Balai Kota DKI," kata Agustino saat dihubungi di kantornya, Kamis (21/1).

Agustino tidak menjelaskan detail jumlah penambahan personel untuk pengamanan Balai Kota DKI. Sementara untuk mengamankan kantor gubernur dari petugas pengamanan dalam (pamdal), Biro Umum DKI menurunkan 110 personel tiap harinya dan dibagi menjadi tiga shift.

"Pokoknya tidak bisa kami gembar-gembor berapa (penambahan personel pengamanan). Masa kami buka kalau kami punya pistol berapa? Pokoknya ada peningkatan (pengamanan), itu saja yang bisa saya berikan," kata Agustino.

Berdasarkan pengamatan Media Indonesiam tidak terlihat penambahan pengamanan di Gedung Balai Kota DKI. Para pegawai negeri sipil (PNS) tetap bekerja seperti biasa.

Tidak ada polisi maupun aparat dari TNI berjaga. Alat metal detector yang sempat digunakan untuk memeriksa kendaraan yang masuk pasca serangan bom di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu kini tidak lagi digunakan. (Ssr/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya