Buntut Kasus Berlan, Polri Perbaiki Prosedur Operasi

Budi Ernanto
21/1/2016 14:59
Buntut Kasus Berlan, Polri Perbaiki Prosedur Operasi
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti telah menginstruksikan agar prosedur operasi kepolisian harus diperbaiki. Itu perlu agar tidak ada lagi kejadian seperti yang terjadi di Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Senin (18/1).

Saat itu, tiga polisi dari Polsek Senen yang sedang melaksanakann operasi penggerebekan bandar narkotika, mendapat perlawanan warga sekitar. Akibatnya, satu polisi tewas dan satu lagi dalam keadaan kritis di rumah sakit.

"Karena itu Kapolri instruksikan kalau akan menangkap dan pegang senjata, harus pakai atribut yangg jelas. Kami akan perbaiki standar operasional prosedur (SOP) sesuai ketentuan agar tidak ada kelemahan, untuk perlindungan ke polisi," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, Kamis (21/1)

Dari keterangan Anton, untuk penggerebekan dan penangkapan, sudah ada ketentuan soal jumlah personel dan tekniknya. Karena di Berlan hanya ingin menangkap satu orang saja, Anton mengatakan empat orang saja sudah cukup. Tapi, itu pun masih saja membuat polisi diteriaki maling dan dipukulin.

"Soalnya kalau banyak dan membawa senjata tajam, nanti dipikirinya Polri demonstratif. Nah, kemarin itu yang mau ditangkap sampai berontak, Namun, apapun juga kepada masyarakat agar mengerti bahwa polisi itu representasi dari negara. Di luar negeri, yang melawan polisi itu sangat tinggi hukumannya," tandas Anton. (Beo/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya