Polisi Indonesia Koordinasi dengan Australia

Gol/X-8
21/1/2016 04:40
Polisi Indonesia Koordinasi dengan Australia
Jessica Kusuma Wongso, teman sekaligus saksi dari kematian Wayan Mirna Salihin kembali menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/1).(ANTARA/Meli Pratiwi)

BENANG merah penyidikan kasus Wayan Mirna Salihin, 27, hingga kini belum menemui titik terang.

Polisi pun berupaya mengungkap perkara dengan mengumpulkan semua bukti permulaan, termasuk berkoordinasi dengan kepolisian Australia (Australian Federal Police/AFP).

"AFP sudah dihubungi karena ada beberapa informasi yang kami butuhkan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan, kemarin.

Pencarian informasi tambahan itu terkait dengan adanya kejanggalan dari beberapa fakta lapangan yang ditemukan penyidik.

Nantinya data dan informasi itu akan disinkronisasi serta dianalisis secara mendalam.

Pelibatan kepolisian Australia, lanjut Krishna, karena Mirna dan Jessica Kumala Wongso, 27, pernah mengenyam pendidikan di Billy Blue College of Design, Sydney, Australia, pada 2008.

"Ada serangkaian peristiwa yang seharusnya terjadi, tetapi tidak terjadi. Karena itu, kami akan korelasikan dengan keterangan yang ada. Pemeriksaan masih berlanjut. Kami minta semua pihak menyampaikan apa yang dia (Jessica) dengar. Karena kalau tidak jujur, kami bisa penetrasi siapa pun," ujarnya.

Di sisi lain, Jessica kembali mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya didampingi Yudi Wibowo Sukinto, kuasa hukumnya.

Mereka tiba pukul 13.15 WIB atau terlambat 2 jam dari jadwal yang diberikan penyidik.

Jessica diperiksa untuk kelima kalinya sejak kasus itu mencuat atau kedua pascastatus perkara ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Tujuan pemeriksaan itu untuk melengkapi pemberkasan berita acara perkara (BAP).

"Maaf ya, saya sudah telat. Nanti aja ngobrolnya. Nanti lagi, ya," ujar Jessica sembari masuk ruang penyidik.

Setelah 6 jam lebih diperiksa, ia keluar dari ruang itu pukul 19.55.

"Saya tidak ada hubungannya. Saya maunya cepat selesai. Saya tidak tahu (sianida)," ujarnya saat ditanya wartawan.

Sementara itu, saat rekontruksi ulang Rabu (20/1) di Kafe Olivier di Mal Grand Indonesia, Krishna mengaku pihaknya mendapatkan hasil yang signifikan, termasuk dari keterangan beberapa pegawai kafe.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya