Adhyaksa Dault Bantah Bicara Sara

Eko Rahmawanto
14/10/2015 00:00
Adhyaksa Dault Bantah Bicara Sara
(MI/Susanto)
Jika niat baik, memang selalu saja ada penghalang. Ada niatan baik untuk melakukan kebaikan, ada saja ujungnya menjadi fitnah. Hal tersebut yang terjadi pada Calon Gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault. Mantan menteri pemuda dan olahraga itu terkena fitnah dari surat terbuka yang dikirim oleh seseorang dan menjadi bahasan di dunia maya.

Adhyaksa dituding bicara Sara saat pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini Basuki Purnama alias Ahok. Berikut petikan bantahan Adhyaksa kepada beberapa wartawan.  "Ini orang aneh. Siapa yg bicara sara?. Wong itu bicara 4 mata yg kemudian dibocorkan ke media. Pak Ahok yang bicara, silakan saja dia bilang saya taliban atau apapun. Tidak perduli saya. Saya tidak cari popularitas. Saya hanya sampaikan perasaan saya, bahwa kalau di Manado mayoritas agama Kristen ya wajar Gubernurnya beragama Kristen. Kalau di Bali mayoritas agama Hindu wajar jika gubernurnya beragama Hindu. Karena di Jakarta mayoritas agama Islam maka wajar kalau Gubernurnya beragama islam. Untuk Pak Ahok bisa jadi Gubernur maka masuklah islam, atau kalau tidak mau, maka buka komunikasi dgn tokoh-tokoh islam. Beliau menjawab bahwa kan hidayah datang dari Allah pak. Ya sudah terserah Pak Ahok, tapi kalau masuk Islam jangankan jadi Gubernur jadi Presidenpun saya Dukung."

"Itu pembicaraan saya 4 mata dengan Pak Ahok. (yang sebenarnya tidak patut disebarkan). Kok sekarang saya di bully Sara. 5 tahun saya Menpora, tiap hari jumat saya wajibkan karyawan mengaji, saya wajibkan karyawan yg beragama Kristen untuk kebaktian juga. Bahkan absennya saya periksa sendiri yang di koordinatori oleh James Tangkudung,'" kata Adhyaksa.

"Tiap tahun dari gaji eselon di potong sukarela untuk urunan naik haji 2 orang beragama Islam. Juga 2 orang beragama Kristen. Yang Katolik ke Lourdes yang beragama protestan ke Yerussalem. Ini semua karena nasionalisme religius yang saya pahami. Mau bukti, tanyakan sekarang ke kantor Menpora. Masih banyak saksi yg bekerja dan belum pensiun di sana. Mereka saksi hidup. Itu penjelasan saya dan saya minta janganlah menghalalkan segala cara untuk memenangkan kandidat kita. Jangan ada dusta di antara kita."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya