Proyek Sodetan Ciliwung tidak Rampung Tepat Waktu

Irwan Saputra
12/10/2015 00:00
Proyek Sodetan Ciliwung tidak Rampung Tepat Waktu
(Dok. MI)
JANJI pemerintah untuk merampungkan proyek penanggulangan banjir melalui sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur tidak bisa direalisasikan tepat waktu. Target penyelesaian yang harusnya Desember mendatang, saat ini baru selesai 54,37 persen dan butuh minimal delapan bulan lagi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono hari ini meresmikan Arriving Shaft (titik tengah) proyek pekerjaan sodetan Ciliwung di Jalan Otista III, Jatinegara. Proyek yang baru rampung sepanjang 600 meter tersebut telah menghabiskan waktu delapan bulan. Jadi, dari perkiraan waktu tersebut, butuh waktu selama itu lagi untuk penyelesaian proyek secara total.

"Dua line terowongan sudah kita tembus selama masing-masing 4 bulan. Jadi butuh minimal delapan bulan lagi kalau nanti akhir bulan ini pembebasan lahan sudah selesai," jelas Basuki.

Lahan yang dibutuhkan untuk penuntasan proyek tersebut sekitar 1,1 ha. Sedangkan luas bidang yang baru akan dibebaskan sekitar 4800 meter persegi.

"Luas bidang selebihnya kita belum tahu, karena kita belum bisa inventarisasi," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Teuku Iskandar.

Dari jumlah bidang yang akan dibebaskan tersebut, 74 KK sudah melakukan undian pengambilan kunci rusunawa yang telah disediakan. Jumlah tersebut baru sekitar 50 persen dari jumlah KK yang ada di luas bidang tersebut.

Selanjutnya, kata Iskandar, pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi kepada warga setempat. Setelah itu, proses inventarisasi baru bisa dilakukan. "Dalam minggu ini dan minggu depan."

Ia menambahkan selama musim penghujan yang akan datang, banjir di sekitar lokasi tersebut belum dapat dihindari karena sodetan tersebut belum dapat beroperasi. "Musim hujan nanti belum bisa. Jadi masih potensi banjir," cetusnya.

Jadi, mereka mengharapkan proses pembebasan lahan warga dapat berlangsung cepat agar proyek tersebut tidak tersendat lagi.

Transfer teknologi
Basuki mengharapkan proyek yang dikerjakan melalui konsorsium antara KJE dari Jepang dan Wika dari Indonesia dapat menjadi proses transfer teknologi yang menguntungkan.

Ada dua pekerjaan besar yang serupa yang menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk belajar, yakni proyek Sodetan Ciliwung dan MRT. "Ke depan kita bisa melakukan sendiri. Jadi ini learning by doing. MRT juga sama kerjaanya. Jadi semoga degan dua pekerjaan besar ini, kita bisa kuasai teknologinya," harapnya.

Proyek yang memakan dana APBN sebesar Rp492 miliar tersebut akan dapat mengalirkan air dari Kali Ciliwung menuju KBT sebesar 60 meter kubik per detik. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya