Pembunuhan Gadis Cilik, Polisi masih Olah DNA

Lukman Diah Sari/ Ilham Wibowo
09/10/2015 00:00
 Pembunuhan Gadis Cilik, Polisi masih Olah DNA
(Ilustrasi)
KEPOLISIAN hingga kini masih mengembangkan kasus pembunuhan dan pencabulan terhadap PNF,9. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karniavan mengatakan masih menghubungkan jejak DNA yang ditemukan.

"Sementara ini, kita sedang kembangkan DNA. Yang ada di tubuh korban, maupun yang ada di kaos kaki. Dan kemudian pada orang yang kita curigai, ini juga ada bercak darah juga di rumahnya," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Tito menegaskan pihaknya masih mengolah bukti DNA yang ditemukan guna mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, bisa tuntas dalam waktu dua hari.

"Saat ini masih terus dilakukan, tim ini sedang bekerja keras dan sudah cukup bagus hasilnya. Mudah-mudahan dua hari tuntas," ujarnya.

Lanjut dia, bila pola DNA sudah ditemukan maka bisa mempersempit dugaan terhadap pelakunya. "Jika DNA ini sudah ditemukan polanya baik di tubuh korban dan kaos kaki, mudah-mudahan akan mempersempit kemungkinan pelakunya," tukasnya.

Sementara itu, Agus Dermawan alias Agus tersangka dalam kasus narkoba dan pencabulan, ternyata sempat mengikuti pengajian tahlilan pada malam pertama pasca ditemukannya jasad PNF. Keluarga tak menaruh curiga kehadiran Agus.

"Agus hari Minggu malam, tahlilan pertama (PNF) sempat datang, karena kan paginya jenazah dimakamkan," kata kata paman PNF, Khoir, Jumat (9/10)

Khoir mengatakan keluarga tidak melihat gerak-gerik aneh saat Agus menghadiri acara pengajian. Keluarga menganggap Agus merupakan warga biasa yang ikut bersimpati.

"Namanya tetangga, kalau datang ke tahlilan, tidak ada yang curiga juga, dia juga sempat minum kopi disini (rumah PNF)," ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah menetapkan A sebagai tersangka atas kasus pencabulan T, 15, yang merupakan salah satu rekan PNF. Modusnya, A mengumpulkan belasan anak untuk dilecehkan secara seksual. Selain itu, A juga mengkoordinasi anak-anak tersebut untuk mengonsumsi narkoba.

"Saudara A mengumpulkan laki-laki. 13 saksi, 3 perempuan dan 10 laki-laki. Laki-laki mereka bikin grup, nama grupnya Boel Tacos. Kami belum tahu maksudnya apa. Mereka mengaku dan sudah bercerita kepada penyidik Polwan. Mengumpulkan uang Rp20-Rp50 ribu untuk mengganja dengan koordinator saudara A," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/10). (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya