Ungkap Kelangkaan Daging Sapi, Polda Metro Kerja Sama dengan KPPU
Deny Irwanto
24/8/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Ampelsa)
Anggota Sub Direktorat Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), berkomitmen mengungkap kelangkaan dan meningkatnya harga daging sapi di pasaran, yang diduga akibat adanya praktik kartel di lingkungan importir.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono mengatakan bahwa Polri, KPPU, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan rapat koordinasi membahas kelangkaan dan meningkatnya harga daging sapi di Jakarta dan sekitarnya.
"Kami sepakat akan mengusut dan menuntaskan kasus ini. Rapat koordinasi sudah sekian kali. Kami komitmen mengungkap kasus ini," ujar Mujiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8).
Mujiyono kembali mengatakan penyidik Subdit Indag Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan join investigasi dengan KPPU untuk mengungkap kasus itu.
"Kami sharing data, memberikan masukan, dan melakukan penyelidikan bersama sehingga ini bisa efektif dan terungkap kasusnya," ungkapnya.
Menyoal apakah sudah ada tersangka dalam dugaan kasus kartel ini, Mujiyono menuturkan, belum ada tersangka dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Sampai dengan detik ini kami masih melakukan penyelidikan. Namun, nanti kalau ditemukan bukti baru akan dinaikan statusnya. Sudah ada 11 saksi dan empat saksi ahli yang kami periksa," ungkapnya.
Menurutnya, 11 saksi yang diperiksa antara lain pemilik tujuh feedloter sapi, karyawan administrasi, dan lainnya.
"Kalau empat saksi ahli dari ahli perdagangan, pidana, TPPU, ahli impor juga ada. Sampai saat ini saksi ahli empat, tapi tak menutup kemungkinan bertambah lagi. Ini masih kami bahas, pasal yang akan dipersangkaan, bisa perdagangan, Undang-undang Ekonomi, monopoli, bisa juga Undang-undang korupsi dan lainnya," jelasnya.
"Masih dalam penyelidikan. Ditemukan, di feedloter ada sapi yang sudah bisa dipotong tapi masih ada di tempat itu. Ini masih diselidiki," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni, menyampaikan pemerintah mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan polisi dan KPPU.
"Kami mendukung baik data maupun administrasi. Karena masyarakat terkena dampak langsung," paparnya.
Ia menyebutkan, daging sapi di pasaran masih menyentuh harga Rp120 ribu sampai Rp135 ribu per kilogram.
"Ini masih tinggi sekali. Masyarakat dan pedagang ingin di bawah Rp100 ribu. Kami harapkan tidak terulang lagi," tegasnya. (Q-1)