Pedagang daging ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, melakukan aksi mogok berjualan hingga tiga hari ke depan. Hal ini dampak dari protes pedagang karena harga pasokan dari agen penyalur dan biaya operasional yang kian melambung tinggi.
Hari ibi, lapak daging ayam yang berada di lantai dua Pasar Kramat Jati sepi dari aktivitas kegiatan jual beli daging ayam jenis Boiler. Lapak tampak bersih, hanya terlihat keranjang ayam kosong yang dibiarkan menumpuk.
Asisten Manager Usaha dan Pengembangan Pasar Kramat Jati Riskan Almahdi mengatakan aksi mogok yang dilakukan pemilik lapak resmi Pasar Keramat Jati ini akan dilakukan selama tiga hari dari tanggal 17 hingga 19 Agustus.
"Sejak kemarin lapak pedagang daging ayam di sini sudah berhenti atau mogok berjualan. Informasi dari pedagang, aksi ini akan berlangsung hingga 19 Agustus," tutur Riskan, Rabu (18/8)
Riskan mengatakan biaya oprasional yang kian melambung tinggi dikeluhkan oleh para pemilik lapak daging ayam. Harga ayam yang terus meningkat dari agen penyalur sejak lebaran lalu pun menjadi alasan pelapak lesu berjualan. Pelapak ingin harga ayam bisa kembali normal sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat. Pelapak, akhirnya memutuskan kompak melakukan aksi mogok.
"Pedangan mengatakan kepada kita, kenaikan harga dari pemasok sudah berlebihan, kemudian ditambah dengan biaya oprasional yang membuat mereka (pelapak) kompak mogok sebagai bentuk protes," tuturnya. (Q-1)