Penerapan Parkir Meter di Bekasi belum Optimal

Gana Buana
07/8/2015 00:00
 Penerapan Parkir Meter di Bekasi belum Optimal
(MI/Angga Yuniar)
Pemerintah Kota Bekasi tengah melakukan uji coba penerapan sistem parkir meter di beberapa titik kawasan pertokoan di Kota Bekasi. Namun, uji coba tersebut tidak maksimal, lantaran mesin parkir yang tersedia belum terpasang seluruhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman mengakui, saat ini pengadaan mesin-mesin parkir meter masih dalam proses. Maka dari itu, di masing-masing titik percobaan baru terpasang beberapa mesin parkir.

"Memang belum semua terpasang, masih proses," ungkap Supandi saat dihubungi, Jumat (7/8).

Supandi berkata rencanannya  masing-masing dari 10 Satuan Ruang Parkir (SRP) akan dipasangi satu alat parkir meter. Di sekitar pertokoan Galaxy, 15 alat parkir meter bakal dipasang di sekitar pertokoan yang ada.

Dia meyakinkan pihak ketiga, PT Pan Satria Sakti VIP, akan menyediakan mesin-mesin tersebut secepatnya. Sehingga, sistem parkir meter bisa diterapkan secepatnya.

"Diprediksi dua pekan lagi alat parkir meter sudah siap terpasang," jelasnya.

Namun, berdasarkan pemantauan, di sekitar pertokoan perumahan Galaxy, baru terpasang sekitar empat buah mesin parkir. Satu mesin parkir ada petugas yang berkewajiban mengarahkan dan membantu warga yang hendak parkir.

Tarif parkir yang berlaku, diatur sesuai dengan Perda no 5 tahun 2011 tentang retribusi parkir dan terminal. Untuk parkir motor, dua jam pertama akan dibebani dengan tarif Rp2.000, dan satu jam berikutnya Rp1.000.

Sedangkan, untuk parkir mobil, dua jam pertama dibebani dengan tarir Rp3.000 dan satu jam berikutnya Rp1.500.

Akan tetapi, di titik uji coba lainnya, Jalan Juanda Bekasi Timur mapun Jalan Veteran, Bekasi Selatan, belum dipasangi alat parkit meter sama sekali. Padahal, uji coba parkir meter seharusnya dimulai 1 Agustus kemarin.

Anggota DPRD Kota Bekasi Haeri Parani menyampaikan tidak optimalnya penerapan parkir meter yang ada di Kota Bekasi, membuktikan buruknya kinerja Dishub Kota Bekasi. Amat disayangkan, proses pembenahan sistem parkir tidak disegerakan.

"Kalau mau cepat harusnya disiapkan dengan baik," ujarnya.

Menurut dia, saat ini jumlah parkir liar di Kota Bekasi tidak terbendung. Hal ini, jelas menyebabkan kemacetan terjadi di mana-mana. Tentu saja, lanjut dia, hal tersebut bisa membuat target Pemasuksan Asli Daerag (PAD) dari sektor parkir tidak tercapai.

"Kalau kayak begini bagaimana pemasukan sektor parkir bisa terpenuhi," tukasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya