Guru di DKI Keluhkan Keterlambatan Gaji sejak Januari

Damar Iradat
05/8/2015 00:00
  Guru di DKI Keluhkan Keterlambatan Gaji sejak Januari
(MI/PANCA SYURKANI)
Telatnya pembayaran gaji dikeluhkan para guru di DKI Jakarta. Keterlambatan ini diduga karena diterapkannya sistem baru.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, para guru juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk hidup.

"Kalau di lapangan para guru mengeluh karena gaji itu ditunggu-tunggu dan peruntukannya sudah jelas, untuk anak, cicilan motor, bayar kos. Beratnya di situ, gaji kan untuk pos-pos tertentu," jelas Retno saat ditemui di PTUN Jakarta, Jalan Sentra Timur, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (4/8).

"Untuk makan biasanya para guru menggunakan uang tunjangan kinerja daerah (TKD) ya," tambah dia.

Retno juga tak ingin berspekulasi lebih jauh soal alasan keterlambatan pembayaran gaji kepada guru. Pasalnya, di lapangan pun para guru tak berani mengeluh ke atasan.

"Katanya pembenahan sistem ya, saya tak tahu itu. Tapi, kalau di lapangan mereka enggak berani dan hanya mengeluh ngobrol di antara kami rata-rata banyak di berbagai sekolah," papar dia.

Keterlambatan pembayaran gaji ini pun, menurut Retno baru dirasakan pertama kali pada tahun 2015 ini. Pembayaran gaj sudah telat sejak bulan Januari lalu, dan tidak pernah cair pada tanggal 1.

"Sebelumnya enggak pernah. Ini baru pertama terjadi. Tidak pernah terjadi seperti ini," kata dia.

Sebagai sekjen FSGI, Retno sendiri belum melaporkan keterlambatan pembayaran gaji ini. Dirinya masih menenangkan diri dari pemecatan dirinya sebagai Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta.

:Belum, saya kan cooling down ya. Saya terima teman-teman mengeluh tapi belum bisa berbuat apa-apa karena masalah ini," kata dia.

"Mereka sangat mengeluh karena harus mikir harus minjam ke mana dulu karena di SK-nya tak disebutkan kapan cair. Sekarang sudah tanggal 4, di SK tak ada disebutkan tanggal pastinya," tutup Retno. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya