SEBANYAK 102 bangunan di sepanjang jalan Inspeksi Kalimalang Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali dibongkar hari ini.
Pembongkaran dilakukan untuk kelanjutan pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
Bangunan yang ditertibkan berada di sepanjang empat kilometer mulai dari Mal Cipinang Indah hingga SPBU Cipinang Indah. Bangunan tersebut berupa toko kelontong, tempat cucian mobil dan motor hingga rumah warga yang terkena dampak pembangunan tol Becakayu, dibongkar menggunakan alat berat.
Sebanyak 149 personel gabungan dari TNI, Polisi, satpol PP, dan Dinas Perhubungan, dikerahkan untuk melakukan penertiban.
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menjelaskan penertiban ini merupakan kelanjutan penertiban yang sebelumnya telah dilakukan saat bulan puasa lalu.
"Ada kurang lebih 150 bangunan yang akan dibongkar. Saat bulan puasa kemarin ada 27 bangunan yang dibongkar, sisanya sekarang 102 bangunan yang sudah diinventarisir mulai dibongkar hari ini," kata Bambang di lokasi pembongkaran.
Bambang menuturkan pihaknya sengaja melakukan pembongkaran setelah lebaran lantaran pemilik bangunan meminta toleransi untuk persiapan lebaran.
"Warga meminta waktu untuk persiapan lebaran, dan ada yang mau cari tempat baru makanya kami beri toleransi dan baru ditertibkan sekarang," ujarnya.
Bambang melanjutkan penertiban bangunan yang dilakukan pihaknya akan memakan waktu selama beberapa hari. Diperkirakan petugas membutuhkan waktu antara tiga sampai empat hari lamanya.
Ihwal ganti rugi lahan, Bambang menjelaskan dari 102 bangunan yang dibongkar ada 34 bangunan milik warga yang memiliki surat-surat kepemilikan lahan sehingga mendapatkan ganti rugi.
"Kalau yang tidak ada surat-surat ya tidak diberikan apa-apa karena memang berdiri di atas tanah milik pemerintah," jelasnya.
Camat Duren Sawit Abu Bakar menambahkan bangunan yang akan diganti rugi saat ini dokumen kepemilikan lahan masih diinventarisir. Setelah itu tim aparsial akan mengeluarkan besaran ganti rugi yang didapatkan warga.
"Lebar (lahan) yang dibongkar kan bervariasi. Ada yang 8 meter, 12 meter, hingga 24 meter. Nanti iti disesuaikan karena memang masih diinventarisir," kata Abu Bakar.
Pembangunan Tol Becakayu mulai dilanjutkan pada Oktober 2014 oleh Kementerian Pekerjaan Umum setelah mangkrak 17 tahun. Pembangunan Tol Becakayu diharapkan bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalan Kalimalang yang menjadi penghubung Jakarta dengan Bekasi.(Q-1)