Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) bersama Polres Depok menggeledah empat pabrik sabu di Kecamatan Sawangan dan Cinere, Kota Depok. Dari lokasi, aparat menangkap empat tersangka beserta peralatan mesin pembuat sabu. Kasubag Humas Polres Depok Ajun Komisaris Firdaus menjelaskan tiga pabrik berlokasi di Jalan Bumi Ismaya RT 003 RW 08, Kelurahan Cinere, sedangkan satunya lagi ada di Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Pelaku yang ditangkap ialah Syamsul Bahri alias Joki, 29, Ade Syahputra, 28, Hidayatulloh alias Dayat, 30, serta Eddy Suherman alias Bedoi, 33.
Barang bukti berupa serbuk kristal warna putih hasil ekstrak obat asma Neo Napasin, acetone, toluene, asam sulfat, soda api, aluminium foil, kertas saring, gelas ukur, dan sepucuk air soft gun ikut disita. Penggeledahan berlangsung pada Senin (10/4) malam. Petugas keamanan kompleks Bumi Ismaya, Ahmadi, mengaku sering mengobrol dengan Dayat. “Sering ngobrol tapi dia enggak pernah nawarin sabu ke saya. Jelas saya kaget mendengar dia bikin sabu dan nyimpan bahannya di rumah orangtuanya,” kata satpam tersebut, Selasa (11/4).
Ketua RT 03 RW 8 kompleks Bumi Ismaya, Syaiful Fauzan, mengaku menyaksikan penyidik membawa bong, kotak isi lampu pijar, timbangan digital, dan lima jeriken cairan. “Saya juga lihat ada senjata air soft gun,” terangnya. Dia mengenal Dayat sebagai sosok yang pendiam. “Sering bertemu kalau mau salat Jumat. Dia driver taksi daring. Masih bujang dan tinggal di rumah orangtuanya. Setahu saya mereka sudah sekitar 10 tahun tinggal di sini,” katanya. BNN menggeledah keempat lokasi setelah mengintai mereka selama sebulan. Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan jejak pelaku teridentifikasi karena pelaku juga terlibat kasus serupa di Sumatra.
Keempat tersangka dikendalikan dua narapidana yang kini mendekam di lembaga pemasyarakatan berbeda. Narapidana Dan sedang menjalani hukuman di LP Aceh, sedangkan Din ditahan di LP Cipinang. Kedua narapidana merupakan otak pembuatan sabu. “Mereka sudah beroperasi selama enam bulan, tapi selalu berpindah tempat. Bahan-bahan kimianya pun disimpan di beberapa lokasi berbeda,” jelas Arman. Peran kedua narapidana ialah memasok bahan baku ke pabrik dan memberikan instruksi bagaimana mengoperasikan peralatan. Bahan baku atau prekursor kelompok tersebut tergolong bagus dan sulit didapat di Indonesia.
Koki yang meracik bahan-bahan menjadi sabu didatangkan dari luar Jawa. “Peracik ini adik ipar narapidana yang di Cipinang. Mereka berkomunikasi via telepon dan melengkapi penjelasan sewaktu besuk,” ungkapnya. “Mereka akan dijerat dengan hukuman mati. Walaupun yang didapat ialah bahan baku, ancamannya sama dengan barang yang dihasilkan,” pungkas Arman Depari. (KG/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved