Puluhan Mayat Migran Terdampar

(AFP/Ths/I-1)
23/2/2017 03:40
Puluhan Mayat Migran Terdampar
(AFP/LIBYAN RED CRESCENT/MOHANED KREM)

JENAZAH 74 migran yang tenggelam di Laut Mediterania saat sedang dalam perjalanan ke daratan Eropa terdampar di pantai barat ibu kota Libia, Tripoli. Lembaga layanan darurat Bulan Sabit Merah Selasa (21/2) mengatakan warga di desa Harcha, di luar Zawiya, sekitar 45 kilometer dari ibu kota Tripoli, memperingatkan lembaga layanan darurat bahwa mereka menemukan sebuah perahu yang sudah hancur. Di dalamnya, terdapat banyak jenazah. Selain itu, puluhan jenazah juga ditemukan di sepanjang pantai dan puluhan lainnya masih terapung di laut.

"Sebanyak 74 jenazah ditemukan di lepas pantai Libia. Ini sebuah tragedi. Ini seharusnya bisa dicegah. Berapa harga kemanusiaan?" kata Elhadj As Sy, Ketua Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melalui Twitter. Kantong-kantong mayat berwarna hitam dan putih pun segera disiapkan di pinggir pantai. "Kami tidak memiliki kendaraan yang layak untuk mengangkut mayat-mayat ini ataupun tempat untuk mengubur mereka," demikian pernyataan kelompok Bulan Sabit Merah.

"Beberapa jenazah tampak masih di pantai dan beberapa lain lagi masih mengambang di atas air," lanjutnya. Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mengatakan kapal tersebut sudah dilaporkan karam pada Minggu (19/2) lalu dan menyebabkan 100 orang meninggal. "Yang selamat dan dalam keadaan koma sudah dilarikan ke rumah sakit," kata mereka. Menyusul peristiwa ini, IOM mencatat setidaknya 365 migran tewas sepanjang tahun ini saat berusaha menyeberangi Laut Mediterania.

Selain korban yang tewas, badan itu juga mencatat 187 migran dapat diselamatkan dari Zawiya. Mereka yang selamat saat ini berada di pusat penampungan. Tragedi itu menjadi catatan terburuk sejak kejadian 14 Januari lalu. Ketika itu, 180 migran tewas setelah perahu mereka terbalik di lepas pantai Libia. Sejak itu, setidaknya ratusan orang diselamatkan dari perairan negara Afrika Utara itu, termasuk lebih dari 700 orang pada 30 Januari lalu. Sementara itu, pasukan penjaga pantai Italia, pada Selasa (21/2), berhasil menyelamatkan sekitar 630 migran dari lepas pantai Libia. Mereka menggunakan sebuah kapal besar dan satu perahu karet.

IOM menambahkan kedatangan migran di Italia meningkat tajam tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016. Hingga Minggu (19/2), sekitar 10.120 migran telah tiba di daratan Italia. Pada periode yang sama tahun lalu berada pada angka 6.589. Dalam kasus migran asal Libia, yang patut disorot ialah para pelaku penyelundupan yang mengambil keuntungan dari krisis politik negeri itu sejak revolusi 2011 lalu. Kebanyakan dari mereka berangkat dari barat Libia menuju Italia melalui perairan Mediterania.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya