Hidup di Bawah Bayang-Bayang Maut

(AFP/Hym/I-2)
16/2/2017 03:00
Hidup di Bawah Bayang-Bayang Maut
(AFP/SOUTH KOREA OUT)

KEPALA Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) Lee Byung-ho, kemarin, mengatakan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un, hidup berpindah-pindah untuk melindungi nyawanya setelah upaya pembunuhan yang gagal pada 2012.
Jong-nam meregang nyawa setelah dilaporkan diserang dua perempuan yang diyakini agen Korut atas suruhan Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2). Anggota parlemen Korsel, yang mengadakan rapat tertutup dengan Lee Byung-ho, mengatakan rezim Korut pada 2012 mencoba membunuh Jong-nam yang dikenal mendukung reformasi di Pyongyang.

"Menurut Lee Byung-ho, ada satu upaya pembunuhan pada 2012. Jong-nam, pada April 2012, juga mengirimkan surat kepada Jong-un. Ia mengatakan 'Tolong ampuni saya dan keluarga'," kata Kim Byung-kee, anggota Komite Intelijen Parlemen kepada wartawan. "Surat itu juga mengatakan 'Tidak ada tempat bagi kami untuk melarikan diri. Kami tahu bahwa satu-satunya cara melarikan diri adalah bunuh diri'," ujarnya sembari menambahkan Jong-nam hanya memiliki dukungan politik kecil di Korut.

Jong-nam ialah anak tertua Kim Jong-il dengan istri pertamanya. Di Korut, yang kental dengan patriarki, putra pertama dipandang sebagai ahli waris resmi keluarga. Namun, suksesi kekuasaan setelah Jong-il meninggal malah jatuh ke tangan Jong-un, yang lahir dari istri ketiga Jong-il. Itu menjadi cacat dalam legitimasi Jong-un sebagai pemimpin.
Keluarga Jong-nam--mantan istri, istrinya saat ini, dan tiga anak sekarang tinggal di Beijing dan Makau. Begitu menurut Lee Cheol-woo, rekan Byung-kee di Komite Intelijen Parlemen.

"Mereka berada di bawah perlindungan pemerintah Tiongkok," ujarnya. Ia menambahkan Jong-nam masuk Malaysia pada 6 Februari, atau sepekan sebelum maut menjemputnya. Pembunuhan Jong-nam ialah kematian profil tertinggi di bawah rezim Kim Jong-un sejak paman sang pemimpin, Jang Song-thaek, dieksekusi karena pengkhianatan pada Desember 2013. Song-thaek, yang dikenal dekat dengan Tiongkok, memainkan peran kunci dalam kenaikan Jong-un. Namun, kekuasaan sang paman dipandang mengganggu sehingga ia dihabisi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya