Sidang Parlemen Afsel Diwarnai Adu Jotos

AFP/Hym/I-2
11/2/2017 09:30
Sidang Parlemen Afsel Diwarnai Adu Jotos
(Sejumlah pengamanan dalam terlibat baku jotos dengan anggota parlemen oposisi di dalam Gedung Parlemen Afrika Selatan, Cape Town, Kamis (9/2). -- AFP PHOTO/POOL /SUMAYA HISHAM)

PERKELAHIAN pecah di parlemen Afrika Selatan, Kamis (9/2) waktu setempat, ketika sejumlah pengamanan dalam (pamdal) baku jotos dengan anggota parlemen oposi­si yang meneriaki Presiden Jacob Zu­ma saat ia akan menyampaikan pidato kenegaraan.

Dalam adegan kacau itu, pamdal berkemeja putih mengusir paksa sekitar 25 anggota dari partai sayap kiri radikal Pejuang Kebebasan Ekonomi (EFF) yang menginterupsi Zuma berbicara selama lebih dari satu jam.

“Kami telah bersikap bersabar dengan kelakuan Anda. Kami telah mencoba memberikan Anda kesempatan untuk mengekspresikan diri. Tapi, (kesempatan itu) disalahgunakan,” seru Ketua Parlemen Baleka Mbete kepada anggota parlemen EFF sebelum mereka diusir keluar.

Pidato kenegaraan-kebangsaan tahunan Presiden Zuma di hadapan parlemen telah diwarnai kekacauan selama tiga tahun terakhir karena EFF selalu mengganggu pidatonya.

Zuma, ketua partai berkuasa Kongres Nasional Afrika (ANC), tam­paknya tidak terganggu oleh kekerasan yang berlangsung di par­lemen itu dan akhirnya naik ke podium sambil tertawa.

Sesaat sebelum pamdal bertindak, anggota parlemen EFF berulang kali menghina Zuma dan menyatakan ia tidak layak memimpin negara.

Ketua EFF Julius Malema bahkan menggambarkan Zuma sebagai ‘se­orang pria dengan kelakuan yang tidak bisa dikoreksi’.

“Zuma munafik,” teriak Julius Malema.

Legislator oposisi lainnya menggambarkan Presiden sebagai ‘pelanggar konstitusi’.

Malema juga mengalihkan kema­rahannya pada Mbete dengan me­ngatakan, “Perilaku Anda telah membuat Anda gagal. Anda tidak ra­sional, tidak sabar, dan partisan.”

Banyak bangku di parlemen yang kosong ketika Zuma akhirnya berpidato pada Kamis (9/2) ma­lam setelah anggota kelompok opo­­sisi utama Aliansi Demokrat ju­ga me­ninggalkan ruangan sidang memprotes dugaan pelanggaran konstitusional. (AFP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya