Presiden Rumania Sebut PM Pemicu Krisis

(AFP/Ths/I-3)
09/2/2017 01:10
Presiden Rumania Sebut PM Pemicu Krisis
((AP Photo/Vadim Ghirda))

PRESIDEN Rumania Klaus Iohannis menegur pemerintahan yang dikuasai partai sayap kiri yang dinilai hanya melakukan sedikit upaya dalam mengatasi krisis nasional. Dalam beberapa hari terakhir, Rumania dilanda gelombang protes massal terkait dengan dekret antikorupsi yang dinilai justru memberi keringanan bagi para koruptor. Ratusan ribu warga Rumania terus berunjuk rasa sebagai aksi protes yang menentang dekret darurat yang disetujui pada 31 Januari lalu. Dekret tersebut dipandang bukan untuk membuat jera para koruptor, melainkan demi melindung para koruptor dari tuntutan hukum.

Perdana Menteri (PM) Rumania Sorin Grindeanu memang telah membatalkan dekret korupsi yang kontroversial tersebut pada Minggu (5/2). Namun, pengunjuk rasa tetap melanjutkan aksi mereka dan bertekad untuk melengserkan Grindeanu dari jabatannya. "Pencabutan keputusan dan pemecatan, mungkin seorang menteri, terlalu sedikit (untuk menghentikan unjuk rasa)," kata Iohannis di depan anggota parlemen di Bukares, ibu kota Rumania, Rabu (8/2). Sebaliknya, Grindeanu menegaskan bahwa menggelar pemilihan awal dianggap terlalu berlebihan. Grindeanu sendiri didukung Partai Sosial Demokraik (PSD) yang memenangi pemilu pada Desember lalu.

Presiden Iohannis menegaskan PSD harus mencari solusi. "Jika PSD yang telah menciptakan krisis gagal menyelesaikan krisis segera, saya akan memanggil semua partai politik untuk berbicara," ujarnya. "Anda (Grindeanu) sudah menang, dan sekarang memerintah serta menyusun undang-undang. Namun, saat ini Rumania membutuhkan pemerintahan yang kuat, pemerintah yang bekerja secara transparan dan dapat dipercaya," tegasnya.

Sejauh ini setidaknya sekitar setengah juta orang turun ke jalan di seluruh negeri dan merupakan demonstrasi dengan jumlah massa terbesar sejak jatuhnya komunisme pada 1989. Pada Selasa (2/2) malam, sekitar 3.000 demonstran antipemerintah berunjuk rasa di luar parlemen dan bernyanyi, "Hari demi hari, kita akan berada di sini!" Mereka juga membentangkan spanduk panjang menuntut pemerintahan yang bersih dan kompeten. Selain itu, sekitar 2.000 pendukung pemerintah berkumpul di luar Gedung Istana Presiden.

Mereka menyebut Iohannis sebagai pengkhianat karena telah memecah belah negeri dengan mengobarkan demonstrasi. Pemerintah sejauh ini masih berdiri tegak. Aktivitas pemerintahan masih berjalan sebagaimana biasannya di tengah gelombang unjuk rasa. Pada Senin (6/2) PM Grindeanu menyeru kepada masyarakat agar tetap tenang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya