RI-Korsel Upayakan dapat Lisensi AS untuk Rakit Pesawat Tempur

Indah Hoesin
06/2/2017 16:14
RI-Korsel Upayakan dapat Lisensi AS untuk Rakit Pesawat Tempur
(Ist)

WAKIL Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia, A.M Fachir mengatakan Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) akan bersama-sama mengupayakan memperoleh lisensi untuk pesawat tempur KVX/IFX dari Amerika Serikat (AS).

Sejak tahun lalu, Indonesia telah menjalin kerja sama pertahanan untuk pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dengan Korsel namun menurut Wamenlu proses tersebut sedikit terhambat karena lisensi yang belum diperoleh dari AS.

"Beberapa yang masih terhambat termasuk soal lisensi dari AS, oleh karena itu kita sepakati untuk bersama-sama memperoleh lisensi tersebut," ujar Fachir dalam High Working Level Strategic Dialogue (HWLSD) dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korsel pada Senin (6/1) di Gedung Pancasila, Kemenlu Indonesia di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Fachir juga menyebutkan perkembangan terkait kerja sama pembuatan kapal selam dengan Korsel yang akan dirakit di Indonesia.

"Untuk kapal selam, semoga prosedurnya segera terlaksana, jika sudah nanti akan dirakit di Surabaya," ujarnya.

Pertemuan yang dipimpin Wamenlu Fachir dan Wamenlu Korsel, Lim Sung-nam tersebut juga membahas beberapa agenda kerjasama ekonomi, sosial budaya, konsuler, dan tenaga kerja.

"Dialog ini adalah amanah dari pertemuan presiden kedua negara tahun lalu. Inti pembahasannya terkait hubungan kedua negara di semua aspek, ekonomi, sosial budaya, politik, dan kerjasama regional serta global," ujar Fachir.

Selain itu, Fachir mengatakan, pemerintah juga meminta Korsel untuk memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut, terutama para pekerja.

"Secara khusus saya juga mengangkat pekerja Indonesia di sana yang jumlahnya sekitar 40 ribu orang. Korsel sudah cukup baik dalam memberikan perlindungan tapi kita menginginkan standar baku seperti mandatory consular notification, jadi jika ada WNI yang bermasalah, Korsel berkewajiban segera melaporkan ke Pemerintah Indonesia," ungkapnya.

Pertemuan HWLSD pertama tersebut juga dihadiri oleh wakil dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perdagangan. Pertemuan kedua akan dihelat di Korsel pada 2019 mendatang.

Korsel adalah mitra kerja sama strategis bagi Indonesia. Bahkan pada 2016, Korsel merupakan mitra dagang terbesar ke 6 dan negara penyumbang investasi asing ke-9 terbesar untuk Indonesia. OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya