Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENENTANGAN terhadap kebijakan diskriminatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian meluas di lembaga peradilan. Pada Selasa (31/1), hakim Distrik California, Andre Birotte Jr, mengeluarkan perintah pengadilan yang melarang pemerintah AS mencegah puluhan warga Yaman dengan visa yang sah untuk terbang ke Los Angeles.
Birotte Jr juga memerintahkan pemerintah tidak membatalkan visa imigran yang diperoleh atau menghalangi siapa pun dari tujuh negara yang mengantongi izin sah memasuki ‘Negeri Paman Sam’. Ketujuh negara itu ialah Iran, Irak, Libia, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.
Putusan tersebut menyusul mosi darurat yang diajukan pengacara Julie Goldberg dan rekannya atas nama 28 penggugat. “Mereka ialah orang-orang yang melarikan diri dari peperangan, ada orang-orang yang terluka, orang-orang yang tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat, anak-anak yang meninggal (saat menunggu visa mereka),” ujar Goldberg di Djibouti, tempat kliennya transit, via telepon.
Di antara mereka yang masih telantar di Djibouti karena larangan perjalanan Trump ialah seorang pria Yaman yang istri dan putrinya warga negara AS. Namun, anaknya yang berusia tiga tahun ialah pemohon visa imigran dengan sebuah paspor terjebak di Kedubes AS di Djibouti.
Juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS tidak mengomentari putusan Birotte Jr itu. Sebelumnya, perintah menentang kebijakan Trump dikeluarkan hakim beberapa negara bagian AS lainnya, termasuk New York, Virginia, dan Washington.
Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Trump membatalkan perintah eksekutif yang melarang imigran dan warga dari tujuh negara memasuki AS. Menurutnya, kebijakan itu tidak akan bisa mencegah teroris masuk, bahkan menyerang AS. “Saya pikir langkah-langkah seperti ini harus dihilangkan cepat atau lambat. Langkah-langkah itu termasuk melanggar prinsip dasar.’’
Guterres dikritik oleh para aktivis hak asasi manusia karena tak segera mengecam kebijakan kontroversial Trump. Sikap itu diyakini karena ada kekhawatiran bahwa AS akan memotong anggaran untuk PBB.
Sejauh ini, AS menjadi kontributor terbesar finansial PBB hingga 22% untuk operasional dan 28% misi perdamaian yang mencapai US$7,8 miliar setiap tahunnya. (AFP/Hym/Ire/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved