Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Luar Negeri masih terus berupaya membebaskan tujuh WNI yang kini masih disandera di Filipina Selatan.
Juru Bicara Kemenlu Armanatha Nasir menjelaskan upaya tersebut dilakukan bersama dengan pemerintah Filipina dan pemilik kapal. "Komunikasi kami dengan pemerintah Filipina dan perusahaan kapal terus diupayakan. Dan yang penting memastikan bahwa sandera kita dalam kondisi baik," kata Armanatha saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Kamis (2/1).
Ia menambahkan, tujuh sandera ini merupakan dua kejadian penyendaraan yang berbeda pada Desember 2016 dan Januari tahun ini. Kejadian yang terakhir jelas dia, sebuah kapal yang di dalamnya terdapat tiga ABK WNI hilang di Perairan Taganak, Sabah, Malaysia.
Kapal tersebut kemudian dilaporkan diculik dan disandera oleh kelompok penyanderan di Pulau Sulu, Filipina Selatan. Pada 19 Januari 2017, sekitar pukul 18.00 WIB, perwakilan RI di Malaysia memeroleh informasi dari otoritas Malaysia mengenai sebuah kapal nelayan dengan nomor registrasi BN 883/4/F ditemukan bergerak tanpa awak.
Kapal tersebut ditemukan di perairan Taganak, Sabah, pukul 13.09 waktu setempat. "Intinya koordinasi terus kita lakukan," sambung dia.
Terkait satu orang yang diduga WNI yang ditahan oleh otoritas Malaysia karena diduga anggota kelompok radikal, Armanatha mengatakan hal itu masih diselidiki. "Kita sudah meminta izin kunjung kepada yang bersangkutan untuk memastikan terlebih dahulu identitasnya, apa benar WNI atau bukan karena dia sebenarnya memegang kartu identitas kependudukan Malaysia tetapi pegang paspor Indonesia juga," jelasnya.
Ditambahkan, jika identitas yang bersangkutan sudah jelas maka tentu saja pemerintah akan segera memberikan pendampingan hukum. "Karena ini kita diberitahu pada 31 Januari lalu, maka langkah yang kita bisa ambil sementara ini adalah untuk memastikan identitasnya dulu," pungkas Armanatha.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved