Hanya Sepertiga Warga AS Berpikir Aman Terkait Kebijakan Imigrasi Trump

Antara/Reuters
01/2/2017 10:36
Hanya Sepertiga Warga AS Berpikir Aman Terkait Kebijakan Imigrasi Trump
(AFP)

PENERAPAN larangan sementara bagi warga negara dari tujuh negara muslim memasuki Amerika Serikat oleh Presiden Donald Trump disambut dingin oleh warga AS bahkan di beberapa wilayah ditentang dengan aksi protes di jalan-jalan.

Kebijakan imigrasi yang oleh Trump disebut untuk melindungi warga AS dari serangan teroris tersebut hanya didukung kurang dari sepertiga warga AS yang berpikir tindakan itu dapat membuat mereka "lebih aman", menurut jajak pendapat oleh Reuters/Ipsos yang disiarkan, Selasa (31/2).

Jajak pendapat yang dilakukan pada 30-31 Januari menunjukkan hanya satu dari dua warga AS yang mendukung larangan tersebut, yang juga meliputi penangguhan izin masuk 120 hari bagi seluruh pengungsi, meskipun terjadi perpecahan tajam di partai.

Trump membantah kritik yang mengatakan pelarangan tersebut menyasar warga muslim. "Pemeriksaan yang ekstrim" diperlukan untuk melindungi negara dan perbatasannya, demikian Trump.

"Ini bukan masalah agama," kata Trump dalam pernyataannya setelah mengumumkan pelarangan keimigrasian tersebut. "Ini menyangkut masalah teror dan menjaga agar negara tetap aman."

Seperti diberitakan sebelumnya, perintahan Trump melarang warga negara Iran, Irak, Libia, Somala, Sudan, Suriah dan Yaman memasuki AS dan juga warga pengungsi Suriah.

Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos sekitar 31 persen rakyat mengatakan bahwa pelarangan tersebut membuat mereka merasa "lebih aman" sedangkan 26 persen mengatakan mereka merasa "kurang amaan". Sekitar 33 persen lain mengatakan bahwa langkah itu tidak banyak membuat perbedaan dan selebihnya mengatakan tidak tahu.

Anggota legistlatif dari Republikan mengecam perintah Trump dengan mengatakan bahwa tindakan itu seperti memberi pesan baru bagi organisasi teroris untuk perekrutan baru.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya