Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meyakinkan bahwa kebijakan kontroversial yang diambil Presiden AS Donald Trump tidak berdampak pada warga negara Indonesia. Ia meminta rakyat tenang.
Pada Jumat (21/1), Trump meneken perintah eksekutif penghentian seluruh program pengungsi ke AS selama 120 hari. Ia juga menetapkan larangan perjalanan selama 90 hari untuk warga Iran, Irak, Libia, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman ke AS.
Jokowi memastikan kebijakan diskriminatif itu tak berpengaruh kepada Indonesia ataupun WNI yang tinggal di AS. “Kita tidak terkena dampak dari kebijakan itu, kenapa resah?” ujarnya seusai peluncuran fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor bagi industri kecil dan menengah di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.
Dalam menyikapi kebijakan itu, Jokowi mengatakan pemerintah tetap menjunjung prinsip kesetaraan. Ia menegaskan konstitusi jelas mengamanatkan keadilan dan kesetaraan harus terus diperjuangkan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri meminta WNI di AS tetap menghormati hukum setempat dan ikut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Selain itu, Menlu Retno Marsudi menginstruksikan seluruh perwakilan RI di Washington DC, Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan San Francisco mengaktifkan layanan hotline 24 jam.
“Pemerintah Indonesia melalui perwakilan RI di seluruh Amerika Serikat terus mengamati perkembangan yang terjadi dan akan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI,” ujar Dirjen Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal.
Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan mengatakan perintah eksekutif Trump terhadap imigran dan rakyat dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim diteken demi keamanan AS.
“Ini langkah sementara selama kurang lebih 90 hari, dan kami akan dapat mengkaji ulang prosedur-prosedur kami,” tuturnya seusai bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, kemarin.
Pemerintah AS, imbuh Donovan, terus berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia mengenai kebijakan tersebut. Ia ingin semua pihak memahami bahwa kebijakan itu tidak menyangkut Islam.
Banjir kecaman
Apa pun, perintah eksekutif Trump terus disambut penentangan. Pada Minggu (29/1) waktu setempat, puluhan ribu demonstran turun di beberapa kota dan bandar udara di AS untuk mengecam kebijakan Trump yang mereka anggap sebagai kekejaman.
Unjuk rasa terbesar terjadi di Baterry Park di pusat Kota Manhattan, lingkungan Patung Liberty, New York. Massa juga unjuk kecaman di Lafayatte Square, seberang Gedung Putih, Washington. ‘’Tidak ada kebencian, tidak ada kekhawatiran, selamat datang para pengungsi,’’ seru demonstran.
Kecaman juga terus mengalir dari dunia internasional, termasuk dari negara-negara yang di-blacklist Trump. Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan kebijakan Trump melarang sementara pengungsi ke AS ialah tindakan tidak berperikemanusiaan terhadap orang-orang yang menyelamatkan diri dari zona perang.
“Setiap hari tim kami di lapangan menyaksikan orang-orang yang nyaris putus asa di perbatasan yang tertutup dan terperangkap di zona perang,” ujar Jason Cone, Direktur Eksekutif MSF, dalam rilisnya kepada Media Indonesia.
“Menutup pintu AS yang selama bertahun-tahun telah menyaring pengungsi dengan ketat ialah sebuah serangan terhadap prinsip mendasar bahwa setiap orang dapat melarikan diri untuk melindungi keselamatannya,” tambahnya. (AFP/AP/Hym/Drd/Dro/Ant/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved