Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI 34 kali bertemu di sejumlah turnamen, Rafeal Nadal berhasil 23 kali mengalahkan Roger Federer. Minggu (29/1), kedua petenis bakal kembali berjibaku di final Grand Slam Australia Terbuka. Siapa kali ini yang menang?
Jika melihat rekor di atas, Nadal sepertinya lebih diunggulkan. Dari delapan kali pertemuan di final Grand Slam, dia hanya dua kali kalah dari Federer.
Kemenangan terakhir Federer adalah laga final Wimbledon pada 2007 silam, sejak itu Nadal selalu mampu mengatasi perlawanan dari Petenis asal Swiss tersebut, termasuk di Australia Terbuka 2009.
"Rasanya spesial untuk bermain dengan Roger lagi di laga final Grand Slam. Saya tidak bohong. Ini sangat luar biasa bagi saya dan bagi kami berdua, bahwa kami masih di sana (final) dan masih bisa berjuang di event yang penting," ujar Nadal.
Kehadiran Nadal dan Federer di puncak pertandingan memang merupakan kejutan yang besar. Pasalnya, sejak awal kedua mantan petenis nomor satu dunia tersebut memang tidak terlalu diunggulkan.
Maklum saja, selain dari sisi usia yang terbilang sudah senior, dari sisi peringkat turnamen keduanya juga kurang menonjol. Federer yang kini berusia 35 tahun hanya menduduki posisi 17, sedangkan Nadal yang empat tahun lebih muda, berada di peringkat 9. Apalagi, kondisi Federer dan Nadal juga cukup meragukan karena baru saja pulih dari cedera yang membuat mereka absen cukup lama dari dunia tenis pada tahun lalu.
Namun, keduanya mampu membuktikan bahwa mereka masih bisa bersinar diantara petenis lain yang lebih muda. Mereka terbukti mampu menyingkirkan Andy Murray atau pun Novak Djokovic, yang sejak awal diunggulkan dan diprediksi akan merebut tahta turnamen kali ini.
Federer menyingkirkan Kei Nishikori, 27, di babak keempat melalui pertarungan lima setdan menundukkan Stan Wawrinka,, di semifinal. Begitu pula dengan Nadal yang harus memainkan empat set melawan Gael Monfils di perempat final dan Grigor Dimitrov, 25, melalui lima set selama hampir lima jam di semifinal.
Kini, kedua petenis legendaris tersebut bertemu di laga pamungkas. Bagi Federer, Nadal merupakan petenis yang unik dan spesial. Federer pun mengaku sangat menghormati rivalnya tersebut.
"Saya rasa dia adalah petenis yang luar biasa. Dia memiliki pukulan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dia punya kemampuan mental dan fisik untuk mempertahankan level permainan yang supertinggi selama bertahun-tahun. Dia telah membuktikannya dan saya sangat menghormatinya," ujar Federer. AFP/OL-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved