WNI Anggota Abu Sayyaf Dikabarkan Tewas di Filipina

Fajar Nugraha
28/1/2017 17:03
WNI Anggota Abu Sayyaf Dikabarkan Tewas di Filipina
(thinkstock)

TENTARA Filipina menggelar operasi militer militer melawan kelompok militan di selatan negeri itu. Seorang petinggi militan Abu Sayyaf tertembak dalam operasi ini, termasuk pengawalnya yang dikabarkan warga negara Indonesia (WNI).

Isnilon Hapilon dicari oleh pihak Amerika Serikat (AS) karena pada 2001 dia dianggap terlibat dalam penculikan tiga warga AS di Filipina. Pemerintah AS mengeluarkan hadiah USD5 juta untuk kepalanya.

Militan senior Filipina itu dianggap sebagai salah satu pemimpin dalam tubuh Abu Sayyaf,-yang menyatakan afiliasinya kepada kelompok Islamic State- dan kerap melakukan penculikan. Pria berusia 50 tahun itu, diakui oleh IS sebagai salah satu pimpinannya di Asia Tenggara.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan, Hapilon saat ini terluka parah dalam serangan udara pada Rabu 25 Januari lalu. Serangan itu dilakukan di Kota Butig, sekitar 800 kilometer dari Manila.

"Hingga Jumat (Hapilon) masih diangkut oleh empat orang di tandu buatan dan bergerak ke timur laut Butig," sebut Lorenzana, seperti dikutip AFP, Sabtu (28/1).

"Prajurit kami saat ini tengah memburu mereka dan disertai artileri dan dukungan udara," jelasnya.

Lorenzana menambahkan, serangan ofensif dari pihak militer itu turut menewaskan empat bawahan dari Hapilon. "Salah satu bawahannya yang tewas adalah warga Indonesia yang diidentifikasi memiliki nama lain, Mohisen," tutur Lorenzana.

Hapilon menjadi buruan AS setelah menculik tiga warganya dari Pulau Palawan pada 2001. Kemudian salah satu dari sandera itu dipenggal di Pulau Basilan, sementara sandera lainnya tewas dalam baku tembak militer Filipina melawan Abu Sayyaf. Sedangkan satu sandera yang tersisa berhasil dibebaskan.

Sebagai salah satu petinggi Abu Sayyaf, Hapilon menyatakan sumpah setia kepada IS yang kemudian mendukungnya sebagai 'Emir Asia Tenggara'. Hapilon sendiri berbasis di Basilan, tetapi menurut Lorenzana, pekan ini mereka memindahkan operasinya ke Lanao del Sur.

Lorenzana menambahkan bahwa Hapilon mencoba untuk membuka kemungkinan kerja sama dengan kelompok Maute. Kelompok Maute juga sudah menyatakan afiliasinya kepada IS. MTVN/OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya