Trump Segera Bangun Tembok Pembatas AS-Meksiko

Thomas Herming Suwarta
26/1/2017 19:22
Trump Segera Bangun Tembok Pembatas AS-Meksiko
(AP)

DONALD Trump mulai merealisasikan janji kampanye. Salah satunya, dia bakal segera membangun tembok di sepanjang perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

Trump yang baru dilantik sebagai presiden terpilih AS beberapa hari lalu, berniat mewujudkan salah satu janji kampanyenya itu.

Langkah ini, menurut Trump, untuk menutup pintu masuk bagi imigran ilegal dan pasokan narkoba yang kebanyakan datang dari Meksiko. Menurut Trump, pembangunan tembok ini merupakan langkah yang menguntungkan kedua negara karena bakal meningkatkan keamanan, baik bagi Amerika maupun Meksiko. "Sebuah bangsa tanpa batas bukanlah bangsa. Mulai hari ini, AS akan kembali mengontrol perbatasan," katanya, Rabu (25/1) waktu setempat.

"Saya hanya mengatakan akan ada pembayaran. Ini bisa dalam bentuk yang mungkin sangat rumit. Apa yang saya lakukan adalah baik bagi Amerika Serikat dan juga baik untuk Meksiko. Kita ingin situasi yang baik, termasuk juga Meksiko tentunya," imbuhnya.

Namun, upaya Trump ini disambut kecaman dari Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto. Ia bersikeras bahwa negaranya tidak akan membayar sepeser pun untuk pembangunan dinding pembatas tersebut. "Saya menyesal dan mengecam keputusan AS untuk melanjutkan pembangunan tembok tersebut, yang bertahun-tahun, telah memisahkan kita ketimbang untuk menyatukan kita," kata Nieto. Saya sudah katakan itu lagi dan lagi. Dan Meksiko tidak akan membayar apa pun untuk pembangunan," katanya.

Menyusul keputusan Trump ini, para politisi dan pejabat publik Meksiko mendesak Nieto membatalkan kunjungan kerjanya ke Washington DC yang dijadwalkan pada akhir bulan ini. "Jika kunjungan kenegaraan diumumkan, dia (Presiden Nieto) akan disambut pintu yang dibanting di depan wajahnya," kata Cuauhtemoc Cardenas, mantan kandidat presiden sekaligus politisi berhaluan kiri Meksiko. "Saya pikir dalam kondisi ini keputusan yang tepat adalah membatalkan kunjungan ke AS dan mencari posisi yang bermartabat bagi Meksiko," tambah Cardenas.

Dalam beberapa hari ke depan Trump akan memastikan langkah-langkah untuk membatasi masuknya imigran ilegal ke AS, termasuk perintah eksekutif membatasi pengungsi dan memblokir pemberian visa untuk orang-orang dari negara mayoritas Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk Suriah, Sudan, Somalia, Irak, Iran, Libya, dan Yaman.

Selain keputusan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, perintah eksekutif kedua yang ditandatangani Trump dalam penampilannya di Department Keamanan Dalam Negeri adalah menghapus dana federal, melucuti uang hibah federal yang sering dikelola Demokrat untuk menampung atau melindungi imigran ilegal. Al-Jazeera/OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya