Menlu Resmikan Dua Sekolah PKPU di Rakhine

24/1/2017 14:10
Menlu Resmikan Dua Sekolah PKPU di Rakhine
(IST)

MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, dalam kunjungannya ke Sittwe, Provinsi Rakhine State, Myanmar, turut meresmikan dua sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia.

Rombongan Menteri yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Ito Sumardi, melanjutkan perjalanan ke sekolah yang berada di Hla Ma Chae dan Thet Kay Pyin Ywar Ma. Sesampainya di sekolah, rombongan disambut antusias oleh anak-anak murid sekolah yang mengibarkan bendera kecil Merah Putih bersama bendera Myanmar.

Kegiatan dilanjutkan dengan menggunting pita sebagai tanda peresmian di dua sekolah, bersama dengan Menteri Negara Bagian Rakhine U Nyi Pu, dan disaksikan oleh Presiden Direktur Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative, Agung Notowiguno.

Melalui keterangan tertulis Humas PKPU Sukismo, Selasa (24/1), kehadiran Menlu RI di Rakhine pada Sabtu (21/1) itu menandatangani prasasti di sekolah pertama, yang berlanjut ke sekolah berikutnya.

Di hadapan masyarakat setempat, Menlu Retno menyempatkan memberikan sambutan mewakili Pemerintah dan NGO Indonesia yang sudah bekerja membantu warga Rakhine sejak lama.

Retno menegaskan, kebanggaannya sebagai Menlu RI bisa meresmikan dua sekolah di Rakhine State sebagai wujud untuk memajukan pendidikan di wilayah konflik. Pembangunan sekolah itu, kata dia, juga merupakan bukti nyata dari kuatnya persahabatan masyarakat Indonesia dengan Myanmar.

Secara khusus Retno, memberikan penghargaan kepada PKPU yang telah berhasil mengumpulkan dana untuk pembangunan sekolah ini.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PKPU Human Initiative Agung menjelaskan, pembangunan sekolah tersebut salah satu bentuk sinergi yang luar biasa antara lembaga kemanusiaan yang ada di Indonesia dan Pemerintah Indonesia.

"Beberapa NGO di Indonesia membuat sebuah aliansi yang dinamakan Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia (ALKI) bersama pemerintah dalam hal ini Kemenlu mempunyai tujuan yang sama terkait pelaksanaan program kemanusiaan yang ada di Myanmar," tuturnya.

Agung menegaskan, pendirian sekolah di Rakhine menunjukkan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Indonesia bagi program Myanmar. Terlihat dengan ada kesatuan langkah dan kesungguhan dari Indonesia dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan di Myanmar. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya