Gagalkan Jual Beli Organ

(Ihs/I-2)
25/1/2017 02:10
Gagalkan Jual Beli Organ
((AP Photo/Anjum Naveed))

POLISI Pakistan berhasil menyelamatkan 24 orang yang disandera kelompok perdagangan organ di Rawalpindi, Oktober tahun lalu. Mereka ditahan dalam bangunan di pinggir kota dan dipaksa memberikan ginjal mereka. “Mereka akan mengambil ginjal kami dan memberikan 300 ribu rupee,” ujar seorang sandera yang selamat, Sadi Ahmed. Ahmed yang lolos sebelum ginjalnya diambil mengatakan kepada BBC bahwa kelompok itu membawa dirinya ke sebuah bangunan, merampas ponsel miliknya, dan menahannya selama tiga bulan.

“Ada 20 hingga 25 orang lain di sana. Kami dipukuli, digembok, tidak diizinkan keluar, dan diancam akan dibunuh,” ujar Ahmed. Polisi mengatakan para korban terjebak setelah ditawari pekerjaan dan tertipu hingga ke pengadilan dengan dalih mendaftarkan pekerjaan mereka. “Mereka berada dalam kondisi yang sangat lemah dan menyedihkan,” ujar Yasir Mehmood, salah satu polisi.

Sementara itu, menurut Sekretaris Jenderal Lembaga Transplantasi Pakistan Mirza Naqi Zafar, perdagangan organ ilegal dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan dengan 100 transplantasi ilegal terjadi setiap bulannya. Zafar mengatakan banyak dari pasien transplantasi adalah orang asing kaya yang datang ke Pakistan untuk pengobatan. (Ihs/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya