Senjata Ilegal Bukan Milik Tim FPU Polri di Sudan

Nicky Aulia Widadio
23/1/2017 21:09
Senjata Ilegal Bukan Milik Tim FPU Polri di Sudan
(ANTARA)

POLRI menyatakan bahwa 139 anggota Form Police Unit ke-8 yang tertahan di Sudan tidak membawa senjata ilegal seperti yang dituduhkan. Koper berisi senjata dan amunisi tersebut bukan milik rombongan FPU Polri.

"Mereka bukan ditangkap tapi tertahan untuk kepulangan mereka. Bukan ditangkap ya, mereka tinggal di transit Camp di sana. Karena tempat mereka di Garuda Camp sudah diisi FPU 9," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Tim berangkat dari Garuda Camp pada pagi hari 15 Januari. Barang-barang mereka kemudian dibawa dalam dua kontainer. 40 anggota FPU mengawal kontainer itu hingga tiba di Bandara El Fasher 3 jam berikutnya. Saat di ruang X Ray pemeriksaan, barang-barang tersebut ditumpuk menjadi satu dan lolos pemeriksaan.

"10 meter dari tumpukan ada tumpukan lain yang kemudian polisi Sudan nanya ini Indonesia punya? Dijawab bukan, ditanya lagi dijawab bukan, ditanya lagi dijawab bukan. Sampai 3 kali bertanya ya memang bukan karena kopernya berbeda tidak ada label Indonesia. Warnanya berbeda dan bukan pasukan Indonesia punya. Tiba-tiba satu orang memanggil temannya dan memasukkan tumpukan itu ke X Ray, ketemulah senjata itu," ujar Martinus.

Setelah itu muncul lah tuduhan terhadap FPU ke-8 yang ingin menyelundupkan senjata. Terkait hal ini, Sekretaris NCB Interpol Polri Brigjen Naufal Yahya mengatakan belum mengetahui ihwal siapa pemilik senjata tersebut.

"Senjata itu nggak tahu punya siapa. Barengan sama punya kontingen kita. Makanya kami akan cek dulu, kita juga akan menurunkan tim di sana," ujar Naufal.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya