Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/1) lalu, Donald Trump langsung menghadapi tantangan dari media yang menyebut dirinya berbohong tentang para demonstran yang menolak dirinya.
Masalah pertama muncul pada Sabtu (21/1) lalu, ketika Trump membual tentang jumlah orang yang hadir dalam pelantikannya saat melakukan kunjungan ke Badan Intelijen AS (CIA). "Sepertinya yang hadir satu juta orang, satu juta setengah orang," ujar Trump kepada karyawan CIA.
Pernyataan Trump kembali ditegaskan oleh juru bicara Sean Spicer yang melakukan konferensi pers pertama sejak Trump dilantik dengan mengatakan bahwa kerumunan massa pada saat pelantikan Trump terbesar jumlahnya.
Seketika media sosial ramai mengecam pernyataan Spicer dengan menyebut dirinya pembohong. Bahkan beberapa menjulukinya "Baghdad Bob", yang merujuk pada juru bicara Saddam Hussein saat berkuasa yang kerap berbohong kepada publik.
Menanggapi kecaman dari publik seperti itu, Konselor Gedung Putih, Kellyanne Conway, apa yang disampaikan Spicer bukanlah kebohongan melainkan sebuah fakta alternatif.
"Kalian menyebut itu kebohongan. Mereka memberikan, sekretaris pers kami, memberi fakta alternatif," ujar Conway dalam sebuah wawancara dengan NBC.
Faktanya tidak ada yang bisa dengan pasti mengukur jumlah kerumunan saat itu, di tambah faktor Washington adalah tempat transit massal, sehingga diindikasikan kerumunan tersebut jauh lebih sedikit dari yang disebut sang presiden.
Tekanan semakin kuat setelah foto udara beredar dan menunjukkan perbandingan kerumunan di pelantikan Trump dan kerumunan pelantikan presiden sebelumnya, Barack Obama. Dalam foto tersebut sangat kontras terlihat kerumunan yang menghadiri pelantikan Obama lebih besar dibanding ketika Trump dilantik.
Trump terobsesi untuk menjadi yang terbaik dan bahkan mengklaim bahwa rating televisi ketika pelantikan dirinya lebih tinggi dibandingkan Obama tahun 2013. Namun sang miliader kembali gagal, setelah melihat fakta jika pelantikan Obama tahun 2009 memiliki peringkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.
Namun bahkan sebelum pidato kebohongan Trump di CIA, konferensi pers pertama Spicer atau upaya Conway untuk pembelaan, tim Trump kerap memiliki masalah dengan fakta. Menurut situs PolitiFact, Trump dan timnya bahkan telah melakukan hampir 200 kebohongan selama kampanye.
Insiden ini menimbulkan masalah kepercayaan dalam pemerintahan Trump yang membuat penduduk AS akan sulit untuk percaya setiap informasi atau laporan yang diberikan. Terutama laporan terkait isu-isu pengangguran, pertumbuhan ekonomi hingga masalah keamanan nasional.
Selain itu Trump juga mengecam para demonstran yang berkumpul di Washington untuk menolak dirinya. "Mengapa orang-orang ini tidak memilih? Selebritis terluka penyebab buruk," tulis Trump di media sosial Twitter miliknya pada Minggu (22/1) pagi yang merujuk pada sejumlah artis papan atas AS yang melakukan demo menolak dirinya.
Namun sejam kemudian Trump menulis lagi di Twitter dengan nada melunak. "Protes damai adalah ciri khas demokrasi kita. Meskipun saya tidak selalu setuju, saya mengakui hak-hak orang untuk mengekspresikan pandangan mereka," tulisnya.
Sehari sebelumnya (21/1), lebih dari dua juta orang diperkirakan bergabung dalam pawai yang dipimpin oleh perempuan yang diselenggarakan di AS dan di seluruh dunia untuk membela hak-hak perempuan dan menentang berbagai sikap kebijakan dari presiden baru. (AFP/CNN/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved