Terkait Dana Asing, Sekelompok Pengacara Tuntut Trump

Indah Hoesin
23/1/2017 18:23
Terkait Dana Asing, Sekelompok Pengacara Tuntut Trump
(AP)

SEKELOMPOK pengacara dan peneliti berencana untuk mengajukan tuntutan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas tuduhan melanggar konstitusi dengan menerima dana dari pemerintah asing.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada Minggu (22/1), Kelompok Masyarakat untuk Tanggung Jawab dan Etika di Washington (CREW) mengatakan Trump telah melanggar konstitusi karena bisnis properti miliknya di luar negeri beroperasi berdasarkan bantuan dari pemerintah asing dan regulator.

Sementara konstitusi AS menyatakan bahwa tidak ada pejabat federal yang dapat menerima hadiah atau honor dari pemerintah asing.

"Kami tidak ingin sampai ke titik ini, ini adalah harapan kami bahwa Trump akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari tindakan melanggar konstitusi sebelum dirinya menjabat," ujar Direktur eksekutif CREW, Nuh Bookbinder. "Kami terpaksa mengambil tindakan hukum," tambahnya.

CREW menyebut pembayaran dari tamu di hotel, lapangan golf, dan ruang sewa properti milik Trump dari pemerintah asing sebagai contoh tindakan mendapatkan uang tunai dan bantuan.

Kelompok non profit tersebut tidak meminta kerugian dana namun menegaskan untuk mengajukan tuntutan di pengadilan federal Manhattan, Senin (23/1).

"Presiden Trump telah membuat slogan 'Amerika yang pertama', Jadi Anda akan berpikir dia (Trump) ingin dengan ketat mengikuti klausul asing dalam konstitusi, karena ditulis untuk memastikan pejabat pemerintah mendahulukan AS dan bukan pemerintah asing," ujar Bookbinder.

"Ketika Trump duduk sebagai presiden untuk menegosiasikan kesepakatan dagang dengan negara-negara seperti Tiongkok, India, Indonesia dan Filipina, rakyat AS tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah Trump juga berpikir keuntungan untuk dirinya sendiri," ujar salah seorang pengacara yang tergabung dalam CREW, Deepak Gupta.

Kasus ini merupakan bagian dari gelombang ligitasi yang diperkirakan akan menjadi tantangan untuk Trump dari kelompok-kelompok advokasi liberal.

Eric Trump, anak Trump yang sekaligus adalah wakil presiden Trump Organization mengatakan pada Minggu (22/1) bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan seperti setuju untuk menyumbangkan keuntungan yang diterima hotel Trump dari tamu pemerintah asing untuk Departemen Keuangan AS.

Sementara Trump sendiri menilai kasus ini adalah pelecehan untuk kepentingan politik semata. Dua putra tertua Trump diketahui telah secara resmi tinggal di New York untuk menjalankan Trump Organization setelah sang ayah terpilih menjadi presiden. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya