Selebritas Papan Atas Ikut Demo Trump

(AFP/Ihs/I-1)
21/1/2017 07:45
Selebritas Papan Atas Ikut Demo Trump
(AFP PHOTO / Bryan R. Smith)

SEJUMLAH selebritas papan atas Amerika Serikat (AS) turut bergabung bersama ribuan pengunjuk rasa di jalanan New York pada Kamis (19/1) malam. Mereka semua menolak Donald Trump sebagai Presiden ke-45 AS yang akan dilantik pada Jumat (20/1) waktu setempat. Aktor Hollywood, Robert de Niro dan Alec Baldwin, sutradara peraih Oscar, Michael Moore, dan penyanyi Cher bergabung dengan kelompok yang tengah melakukan protes di dekat Trump International Hotel di Central Park South, New York.

Ribuan orang juga memadati Columbus Circle dan Central Park West, jalanan yang berada di luar hotel bintang lima tersebut. Plakat bertuliskan 'Melawan Trump Setiap Hari' dan 'Keadilan dan Hak Sipil untuk Semua Orang' juga mewarnai demonstrasi di kota yang juga kampung halaman Trump tersebut. "Apakah kita akan melakukan 100 hari perlawanan?, Fantastis!" teriak Baldwin yang juga kerap mencerca Trump dalam acara TV reguler Saturday Night Live itu.

"Dia tidak memerintah dengan mandat. Kami mayoritas. Jangan menyerah. Aku tidak akan menyerah," ujar Moore. "Dia tidak akan bertahan selama empat tahun," tambahnya. Sementara itu, selebritas lainnya, De Niro, juga berusaha menginspirasi orang-orang untuk tidak goyah dengan keyakinan mereka. "Apa pun yang terjadi, kita orang AS, kita orang New York, kita patriot, akan bersatu untuk hak-hak kita dan hak sesama warga negara AS," ujar De Niro.

Seruan bangkit
Selain selebritas, Wali Kota New York, Bill de Blasio, yang berasal dari Partai Demokrat mengeluarkan seruan untuk politik progresif. Dia juga mendesak seluruh warga AS untuk bangkit dan menyampaikan keberatan mereka agar pemerintahan yang baru mendengarnya. "Trump selalu mengatakan akan membangun sebuah gerakan. Sekarang waktunya kita membangun gerakan kita dan mulai malam ini dan itu dilakukan di seluruh negeri, malam ini, besok, dan di masa yang akan datang," ujar de Blasio.

Blasio menegaskan pentingnya kebijakan layanan kesehatan milik Presiden Barack Obama dan kesepakatan dunia untuk perubahan iklim yang terancam dihentikan Trump. "Lihatlah ribuan orang yang ada di sini malam ini dan ini hanyalah awal," tambahnya. Sebuah jajak pendapat yang dirilis Quinnipiac University mengatakan 46% pemilih New York ingin wali kota bisa sejalan dengan sang presiden terpilih, sedangkan 45% lainnya percaya Blasio harus menjadi pemimpin nasional dalam menolak kebijakan Trump. Salah satu demonstran, Patrick Mavros, mengatakan protes dilakukan untuk menentang pemerintahan Trump dan kabinetnya yang didominasi orang kulit putih, laki-laki, dan warga mapan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya