Serangan Drone Era Obama Bunuh 117 Warga

(AP/Ire/I-2)
21/1/2017 07:30
Serangan Drone Era Obama Bunuh 117 Warga
((AP Photo/Kirsty Wigglesworth, File))

SEBANYAK 117 warga sipil terbunuh dalam serangan drone (pesawat nirawak) dan perang melawan teror di Pakistan, Yaman, dan daerah-daerah lainnya di era pemerintahan Presiden Barack Obama. Hal itu diungkapkan laporan resmi intelijen Amerika Serikat, Kamis (19/1) waktu setempat. Itu merupakan laporan publik kedua yang dirilis pemerintah AS sebagai respons terhadap tekanan sejumlah kelompok untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai operasi mematikan yang dilakukan 'Negeri Paman Sam' itu di luar negeri

Kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) telah mengkritik pemerintahan Obama dengan tuduhan mengurangi jumlah korban tewas. Mereka pun khawatir Presiden terpilih Donald Trump akan lebih agresif menggelar serangan pesawat nirawak yang dilakukan dengan pengawasan minim oleh Kongres atau pengadilan. Laporan dari Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper menyebutkan bahwa AS melancarkan 526 serangan antiteror termasuk dengan pesawat nirawak, antara Januari 2009 dan Desember 2016.

Laporan itu tidak menyebutkan tempat serangan tersebut terjadi, tapi Departemen Pertahanan dan CIA telah mengejar target di Pakistan, Yaman, Somalia, dan Libia. Data yang dirilis tidak mencakup serangan di Irak, Suriah, dan Afghanistan karena menurut pemerintah AS, lokasi tersebut ialah lokasi pertempuran aktif. Sekitar 2.803 dan 3.022 pejuang lawan tewas ditambah 64-117 warga sipil yang kehilangan nyawa mereka dalam serangan selama delapan tahun kepemimpinan Obama.

Sejumlah LSM memperkirakan ratusan lebih lainnya tewas. Pejabat senior AS telah dikonfirmasi mengenai perbedaan tersebut, termasuk akses pemerintah untuk intelijen sensitif yang membantu akurasi dalam mengidentifikasi korban. Kelompok hak asasi manusia mengatakan beberapa perbedaan jumlah yang bertentangan bisa dihindari jika pemerintah mengungkap nama-nama warga sipil yang tewas beserta tanggal, lokasi, dan rincian lainnya dalam serangan.

Pertimbangkan alternatif
Awal tahun ini, dalam pidatonya, Obama mengakui adanya pihak yang tidak mendukung program pesawat nirawak. Namun, Presiden AS itu meminta mereka untuk mempertimbangkan alternatif. "Serangan drone memungkinkan kita mencegah teroris memiliki area aman di udara atau invasi yang jauh lebih mungkin untuk membunuh warga sipil tidak berdosa serta anggota layanan Amerika," kata Obama. Trump belum membahas kebijakan pesawat nirawak secara khusus tetapi dirinya berjanji untuk 'mengusir teroris' dan berharap akan terus menggunakan drone dalam operasi kontraterorisme.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya