Daftar Kerja Trump di Hari Pertama Menjabat

Indah Hoesin
21/1/2017 08:59
Daftar Kerja Trump di Hari Pertama Menjabat
(AFP)

TIM Transisi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan daftar tugas yang akan dikerjakan sang presiden di hari pertama dirinya menjabat pada Jumat (20/1) waktu setempat.

Juru bicara tim transisi Sean Spicer mengatakan Trump mungkin akan segera mengeluarkan dua perintah eksekutif di bidang perdagangan, yaitu secara resmi mendeklarasikan niat AS untuk menarik diri dari kesepakatan dagang 12 negara Trans-Pacific Partnership (TPP) dan melakukan negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang telah berusia 23 tahun atau keluar dari kesepakatan tersebut.

"Saya pikir Anda akan segera melihat hal tersebut terjadi," ujar Spicer, Kamis (19/1) waktu setempat. Selain soal perdagangan, isu di bidang energi terkait dengan pembatalan peraturan tentang pengeboran minyak dan batu bara mungkin akan segera dikerjakan Trump. Keamanan dunia siber juga menjadi isu yang segera ditangani taipan realestat itu setelah dirinya mengatakan akan meminta laporan kekuatan pertahanan siber nasional dalam 90 hari menjabat.

Rencana hari pertama Trump menjadi daftar pekerjaan yang ambisius dan spesifik. Termasuk usulan amendemen konstitusi untuk mengenakan jangka waktu bagi anggota Kongres dan mulai mendeportasi imigran kriminal dan yang tidak memiliki izin tinggal sah. Mantan pembawa acara realitas The Apprentice itu juga melontarkan sejumlah janji untuk mengakhiri kebijakan imigrasi era Presiden Barack Obama.

Selain itu, Trump akan membatalkan setiap tindakan, perintah, dan memorandum eksekutif yang tidak inkonstitusional selama pemerintahan Obama termasuk pembatalan Program Aksi Tangguhan untuk Anak Pendatang (DACA), yang melindungi sekitar 750 ribu imigran muda dari ancaman deportasi.

Jika mewujudkan janjinya untuk menghentikan DACA, sang miliarder bisa menghentikan perlindungan deportasi, mencabut izin kerja, dan menghentikan pendaftaran para imigran baru.

Soal imigran kriminal, Trump juga berjanji menggelar operasi bersama pemerintah federal, lokal, dan negara bagian untuk memasukkan mereka ke penjara, meskipun itu akan sulit dilakukan karena yurisdiksi di seluruh AS keberatan membantu melakukan hal itu.

Pemerintahan baru Trump
Pada Jumat (20/1), Trump juga dijadwalkan menandatangani beberapa surat dan harus secara resmi mencalonkan anggota kabinetnya. Di pemerintahannya yang baru, Trump telah mengendurkan beberapa isu yang dijanjikannya, mengecilkan pentingnya pendekatan cepat untuk isu-isu kompleks yang mungkin melibatkan negosiasi dengan Kongres atau pemimpin asing.

Sementara itu di isu lainnya, presiden ke-45 AS itu menegaskan rencananya untuk segera mengumumkan kebijakan di jam pertama hari pemerintahannya. "Secara khusus, kami akan fokus pada hari pertama, hari ke-100, dan hari ke-200 demi menjaga janji kami untuk penduduk AS. Kami semua siap untuk bekerja untuk seluruh warga AS," ujar wakil presiden terpilih, Mike Pence, Kamis (19/1).

Tim transisi Trump juga lebih memilih bertemu dengan CEO terkemuka, meninjau tindakan eksekutif Obama untuk menentukan yang bisa segera dibatalkan ketimbang meluncurkan kebijakan baru. Tim tersebut juga harus menghadapi proses pemilihan hakim agung yang nominasinya akan diumumkan dua minggu lagi.

Namun, janji-janji Trump di hari pertamanya ini telah didukung anggota Kongres dari Partai Republik yang sejumlah agendanya telah diblokir Obama selama delapan tahun terakhir. "Ada panggilan sejarah dan itu memanggil kita untuk menempatkan AS kembali pada jalur lagi dan kami sekarang telah memberikan alat untuk melakukan ini melalui pemilih," ujar Steve Raja, anggota Kongres Partai Republik dari Iowa. (AP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya