Hubungan Indonesia dan Italia Erat

Pra/I-3
11/11/2015 00:00
Hubungan Indonesia dan Italia Erat
(AP)
KUNJUNGAN Presiden Italia Sergio Mattarella selama tiga hari ke Indonesia telah menandai peningkatan hubung-an kerja sama antara Indonesia dan 'Negeri Piza'. Dalam acara bertajuk First Billateral Dialogue Between Indonesia and Italy yang di selenggarakan di Jakarta, kemarin, Presiden Mattarella mengatakan relasi kedua negara sebelumnya tidak pernah sedekat sekarang. "Hubungan Italia dan Indonesia saat ini sangat dekat, tidak hanya dari segi pemerintahan, tetapi juga dari segi kebudayaan," ujar Mattarella.

Semua itu, tutur Mattarella, bermula pada ajang Milan Expo yang diselenggarakan di Milan, Italia. Dalam pameran bertema Feeding the planet, energy for life itu Paviliun Indonesia yang menyajikan kebudayaan dan sejarah Nusantara menyita banyak perhatian internasional. Pria 74 tahun itu meng-ungkapkan rasa kagumnya terhadap kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Ia meng-anggap Indonesia berhasil menyatukan berbagai perbedaan dan keberagaman yang ada dan menjadikan mereka sebagai potensi besar.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia menurut Mattarella juga dapat dijadikan sebuah contoh bagi negara-negara dengan mayoritas muslim. "Sebagai negara demokrasi dan memiliki penduduk muslim terbesar, Indonesia bisa menjalankan semua itu dengan baik," lanjut Presiden ke-12 Italia tersebut. Hal serupa juga ditegaskan delegasi Italia yang turut datang ke Indonesia. Pemimpin dialog lintas agama, Valeria Martano, yang juga anggota aktif Catholic Community of Sant'Egidio, mengatakan Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara lain.

Keberagaman di Indonesia, menurut Valeria Martano, telah menginspirasi Italia. Martano mengungkapkan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan. "Kita sama-sama multimasyarakat. Sejak empat abad lalu, berbagai bahasa dan kebudayaan ada di negara kami, dan jika Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim, Italia adalah negara dengan mayoritas Katolik," paparnya. Sehari sebelumnya, Senin (9/11), Mattarella telah bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membahas kerja sama di antara kedua negara. Dalam kunjungan pertamanya sebagai presiden, Mattarella membawa 30 dele-gasi bisnis dari Italia dan menghasilkan total kontrak senilai kurang lebih US$1,055 miliar. Kerja sama yang telah disepakati itu meliputi sektor logistik, energi, infrastruktur, maritim, dan otomotif di Tanah Air.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya