Setelah Lengser, Obama Ingin Jadi Warga Negara Biasa

Intan Fauzi
19/1/2017 10:44
Setelah Lengser, Obama Ingin Jadi Warga Negara Biasa
(AFP)

APA yang akan dilakukan Presiden Barack Obama setelah 20 Januari ini tidak lagi menjabat pemimpin negara adidaya, Amerika Serikat. Dalam suatu kesempatan Obama mengatakan bahwa dirinya tidak akan ikut campur dalam perdebatan kebijakan setelah dirinya meninggalkan Gedung Putih minggu ini.

Tapi ia berjanji akan melibatkan dirinya dalam perdebatan nasional jika merasa nilai-nilai dasar AS tererosi. Nilai-nilai dasar bangsa yang menjadi fokus Obama, seperti upaya menekan hak pemilih, pelumpuhan kebebasan berpendapat, atau mengumpulkan imigran gelap.

Dalam pidato terakhirnya Obama terlihat memanfaatkannya untuk membela beberapa kebijakan barunya. Namun ia juga memberikan gambaran mengenai karier politiknya setelah serah terima jabatan pada Presiden AS terpilih Donald Trump.

Ketika ditanya mengenai masa depan imigran muda yang akan dideportasi oleh Trump, Obama mengatakan, ia akan berusaha pasang badan. "Ketika mereka tidak melakukan kesalahan apapun namun kemudian dihukum, saya akan mengeluarkan pendapat saya," ujar Obama seperti ditulis Washington Post, Rabu (18/1).

Kehidupan Obama setelah lengser memang mengundang penasaran banyak pihak apalagi setelah kemenangan Trump melawan Hillary Clinton yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat dan diasumsikan akan melanjutkan kebijakan Obama.

Obama mengungkapkan, ia berencana menulis kisah hidupnya dan akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan kedua putrinya. "Saya ingin menjadi sedikit lebih tenang dan tidak banyak bicara," ujar Obama.

Partai Demokrat berharap Obama tetap aktif untuk membantu membangun kembali partai. Namun Obama menekankan, ia tidak berencana untuk mencalonkan diri dalam jabatan politik lainnya.

"Saya tetap menjadi warga negara dan meyakini adanya perbedaan antara fungsi normal politik dengan isu tertentu dimana nilai inti bangsa kita dalam bahaya," jelas Obama.

Obama menolak untuk mengomentari soal rencana Demokrat yang akan memboikot acara pengukuhan. Legitimasi Trump dipertanyakan setelah adanya laporan keterlibatan Rusia dalam upaya pemenangan Trump. "Apa yang akan saya katakan ialah, saya akan berada di sana, seperti Michelle (isterinya)," ucapnya.

Menutup pidatonya itu, Obama mengungkapkan keoptimisannya meskpun AS dipimpin oleh Trump. "Intinya, saya pikir kita akan baik-baik saja. Kita harus berjuang dan bekerja untuk itu," tegas Obama.(MTVN/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya