13 Pelaut Dievakuasi dari Eritrea

(Jaz/I-1)
19/1/2017 00:45
13 Pelaut Dievakuasi dari Eritrea
(Ilustrasi Thinkstock)

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (17/1), memulangkan 13 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang tertahan selama dua pekan di Pelabuhan Eritrea. Empat ABK Indonesia di kapal Sultan II menjadi korban serangan bersenjata kelompok yang belum diketahui identitas mereka saat berlayar di perairan Laut Merah, Senin (2/1).

Mereka diselamatkan operasi yang dilakukan Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab dan dievakuasi ke pelabuhan di Eritrea. Kempat ABK tersebut dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka serius akibat peristiwa serangan bersenjata. "Kami langsung membuka jalur komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional serta Angkatan Udara UEA untuk memastikan keselamatan seluruh ABK Indonesia," ujar Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, di Abu Dhabi, kemarin.

Di Eritrea, ABK kapal Sultan II itu bergabung dengan sembilan ABK kapal Sultan I asal Indonesia lainnya. Atas pertimbangan keselamatan, sembilan ABK di kapal Sultan I menyatakan tidak ingin melanjutkan perjalanan dan meminta untuk segera dipulangkan ke Tanah Air.

Setelah koordinasi dan komunikasi intensif antara KBRI Abu Dhabi dan perusahaan kapal, 13 ABK Indonesia bisa direpatriasi dari Eritrea pada Selasa (17/1) dan dipulangkan ke Indonesia dini hari berikutnya. "Perwakilan RI selalu mengedepankan keselamatan dan proses evakuasi seluruh kru asal Indonesia di kapal Sultan II dan Sultan I agar dapat segera berkumpul dengan keluarga pascaperistiwa tersebut," ujar Bagis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya