Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 52 pekerja sukarela dan warga sipil tewas saat jet angkatan udara Nigeria tidak sengaja mengebom tenda pengungsian di timur laut Nigeria. Hal itu diungkapkan lembaga bantuan medis Doctors Without Borders (MSF). Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 di Rann, jauh dari area pemberontak di Negara Bagian Borno, saat para pengungsi mengantre untuk mendapatkan makanan. Belum ada informasi dari militer Nigeria soal jumlah korban. Mereka menyalahkan kondisi kabut atas serangan salah sasaran itu.
Seorang warga lokal, Abba Abiso, mengatakan setidaknya 25 orang tewas dan banyak yang terluka. MSF menyebutkan sekitar 120 orang terluka dan 52 terbunuh dalam serangan yang mengejutkan dan tidak dapat diterima itu. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengemukakan enam anggota ICRC asal Nigeria termasuk korban yang tewas dan 13 orang lainnya luka-luka. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan sangat menyesalkan pengeboman itu dan mengungkapkan simpati untuk keluarga korban tewas dan terluka. Menurut militer Nigeria, pengeboman dilakukan untuk menghancurkan kelompok Boko Haram, serta mendorong mereka keluar ke wilayah penangkapan.
Bulan lalu, aparat mengatakan konflik melawan Boko Haram memasuki tahap akhir setelah delapan tahun kekerasan menewaskan sekitar 200 ribu orang dan 2,6 juta orang kehilangan rumah. Jenderal Utama Angkatan Bersenjata Nigeria Lucky Irabor menyebutkan angkatan udara telah diberikan koordinat 'teroris Boko Haram' di wilayah Kala Balge. "Sayangnya, serangan yang dilakukan ternyata berubah dan berdampak lokal ke suatu tempat di Rann," ungkap Irabor. Dia mengakui staf lokal dari MSF dan ICRC termasuk korban luka. Juru bicara Kementerian Pertahanan Niegeria Rabe Abubakar di Abuja menggambarkan insiden itu sebagai 'sebuah kesalahan' dan menambahkan,
"Kami berkabung. Itu ketidakberuntungan dan tidak bermaksud seperti itu." Penduduk Rann, Abba Abiso, menduga kesalahan terjadi karena militer menargetkan pemberontak yang banyak keluar dari tenda Boko haram di hutan Sambisa, wilayah Borno. "Baru-baru ini, Boko Haram memindahkan markas ke Kala dari hutan Sambisa. Jet militer salah mengira Rann adalah Kala dan mengebom mereka, menewaskan banyak warga sipil," imbuhnya. MSF dan ICRC mengungkapkan mereka mencoba menyediakan pertolongan darurat pertama dengan fasilitas di tenda pengungsian dan menenangkan korban luka agar dapat dipindahkan.
Namun, Direktur Operasional MSF Jean-Clement Cabrol mengecam kesalahan itu. "Serangan skala besar pada orang-orang yang rentan, yang melarikan diri dari kekerasan ekstrem itu, mengejutkan dan tidak dapat diterima. Keselamatan warga sipil mesti dihormati."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved