Pasien Cangkok Jantung Pertama Asia Tenggara Wafat

(AFP/*/I-2)
18/1/2017 03:10
Pasien Cangkok Jantung Pertama Asia Tenggara Wafat
(AFP/ROSLAN RAHMAN)

ASIEN cangkok jantung pertama di Asia Tenggara dan salah satu yang paling la­ma bertahan hidup, Seah Ciang Nee, mengembuskan napas terakhir. Mantan editor surat kabar asal Singapura itu meninggal dunia di usia 76 tahun di rumah sakit setempat, ungkap istrinya, Patricia Wong, Senin (16/1). Seah menjalani operasi cang­kok jantung pada 12 Oktober 1985 di Sydney, Australia, saat dokter melepaskan jan­tungnya dalam operasi selama 5,5 jam dan menggan­tinya dengan jantung dari se­orang remaja berusia 17 ta­hun yang baru saja mening­gal dunia.

“Berdasarkan catatan, ia merupakan salah satu pasien cangkok jantung yang paling lama bertahan hidup di dunia,” ujar Kenneth Ng, ahli jan­tung di RS Mount Elizabeth Novena, Singapura. “Tingkat kelangsungan hidup rata-rata pasien transplantasi jantung hanya 10 ta­hun. Jadi, pasti ini merupa­kan yang terlama,” imbuhnya. Pasien yang paling lama bertahan hidup setelah operasi cangkok jantung merupakan warga Inggris berna­ma John McCcafferty yang meninggal dalam usia 73 ta­hun pada tahun lalu, menurut laporan media Inggris. Dalam wawancara pada 2005, Seah mengatakan ia cu­kup puas seandainya bisa bertahan hidup selama empat hingga lima tahun setelah operasi. (AFP/*/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya