Masharipov Akui Penyerangan

(AP/AFP/Ire/I-1)
18/1/2017 03:00
Masharipov Akui Penyerangan
(AFP/DOGAN NEWS AGENCY)

PELAKU penyerangan di kelab malam Swanky Reina di Istanbul, Abdulgadir Masharipov, mengakui telah melakukan aksi ke­jahatan yang menewaskan 39 orang. Pengakuan diberikannya beberapa jam setelah dia ditangkap. “Teroris tersebut telah meng akui kejahatannya,” ung kap Gubernur Istanbul Vasip Sahin, kepada wartawan kemarin. Dia menambahkan, sidik jari pelaku cocok dengan sidik jari penyerang kelab malam itu. Masharipov juga mengakui sebagai warga negara Uzbekistan.

Masharipov ditangkap, Senin (16/1), setelah buron selama 17 hari sejak penyerangan pada malam pergantian tahun baru itu. Polisi Turki melakukan pencarian besar-besaran untuk menangkapnya dengan mengerahkan 1.000 polisi. Dia ditangkap di sebuah apartemen di Distrik Esenyurt, bersama dengan putranya yang berusia empat tahun pa­da tengah malam serta em­pat tersangka lain, tiga di antaranya perempuan.

“Seorang Iran dan tiga pe­rempuan asal Mesir, Sene­gal, dan Somalia juga ditahan bersama dengan teroris dengan dugaan mereka berkaitan dengan Islamic State (IS) karena tinggal satu atap,” jelas Sahin. Dari apartemen tersebut polisi juga menyita uang senilai US$200 ribu, dua senjata, dan dua clip. Sahin menambahkan, Masharipov yang berusia 34 tahun mengaku dilatih di Afghanistan oleh IS dan dapat berbicara dalam empat bahasa. Dia beroperasi dengan nama ‘Ebu Muhammed Horasani’. “Dia pertama kali masuk ke Turki pada Januari 2016,” imbuhnya.

Polisi menangkap Masharipov setelah menelaah 7.200 jam kame­ra keamanan dan 2.200 rekaman publik. Polisi juga menggeledah 152 alamat dan menahan 50 orang. Namun, menurut kantor berita Anadolu hanya 35 orang yang ditahan dalam penggele­dahan. Anadolu mengatakan anak pelaku yang berusia em­pat tahun berada dalam perlindungan. Foto-foto di media Turki menunjukkan seorang laki-laki berdarah di wajah dan kausnya dengan leher dicengkeram polisi. Penangkapan tersangka dalam keadaan hidup itu merupakan kemenangan untuk Turki dan menjadi titik cerah pencarian anggota IS lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memuji penangkapan itu dan mengucapkan selamat kepada pasukan pemburu. “Mulai saat ini, di negeri ini, siapapun tidak bisa melarikan diri dari tindakan yang dilakukannya,” kata Erdogan dalam pidato yang disampaikannya di Ankara. “Setiap orang harus bertanggung jawab di depan hukum.” Sebelum penangkapan, indentitas pelaku masih simpang siur. Media Turki melaporkan nama pertama pelaku ialah Abdulgadir. Pelaku akan ditahan selama 30 hari oleh pemerintah darurat Turki sebelum benar-benar ditahan. Jaksa akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyiapkan persidangan. (AP/AFP/Ire/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya