Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JURANG antara mereka yang superkaya dengan warga dunia yang miskin ternyata lebih lebar dari perkiraan awal. Pasalnya, hanya ada delapan orang, mulai dari Bill Gates hingga Michael Bloomberg, menguasai kekayaan yang sama dengan 3,6 miliar warga dunia atau hampir separuh penghuni bumi. Hal itu terungkap dalam data yang dirilis Oxfam, Senin (16/1).
Oxfam adalah organisasi nirlaba dari Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi, bekerja sama dengan mitra lainnya untuk mengurangi penderitaan di seluruh dunia. Organisasi ini terdiri dari 15 organisasi dari 98 negara di dunia. Didirikan pada 1942 di Oxford.
Dalam pertemuan tahunan elite politik dan bisnis dunia di resor ski Swiss, Davos, lembaga antikemiskinan tersebut mengatakan jurang antara warga terkaya dunia dengan warga miskin lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.
Karenanya, organisasi itu mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil langkah yang lebih kongkret untuk mengatasi masalah tersebut.
Pasalnya, jika tidak, menurut Oxfam, kemarahan publik atas kesenjangan itu akan terus tumbuh dan akan menyebabkan lebih banyak kekisruhan politik seperti yang terjadi dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan keputusan warga Britania Raya untuk meninggalkan Uni Eropa.
"Sangat tidak pantas bahwa sedemikian besar kekayaan berada di tangan sejumlah kecil orang saat satu hingga 10 orang di dunia hanya memiliki pendapatan kurang dari US$2 (sekitar Rp26.700) per hari," ujar Winnie Byanyima, Direktur Eksekutif Oxfam International di Davos. "Ketidaksetaraan menyebabkan ratusan ribu orang berada di bawah garis kemiskinan. Hal itu merusak masyarakat kita dan melecehkan demokrasi," imbuhnya seperti dikutip Associated Press, Senin.
Laporan yang sama pada tahun lalu menyebut, 62 orang terkaya di dunia memiliki kekayaan yang sama dengan setengah populasi dunia. Tahun ini, Oxfam mengoreksi angka itu menjadi hanya delapan orang berdasarkan informasi dari bank Swiss Credit Suisse.
Oxfam menggunakan daftar miliarder yang dikeluarkan majalah Forbes yang diterbitkan pada Maret 2016 untuk menetapkan kedelapan orang terkaya dunia yang memiliki kekayaan sama dengan setengah warga dunia.
Delapan orang terkaya dunia yang disebut dalam laporan itu adalah Gates, pendiri Inditex Amancio Ortega, investor veteran Warren Buffett, konglomerat Meksiko Carlos Slim, bos Amazon Jeff Bezos, bos dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, bos Oracle Larry Ellison, serta bekas wali kota New York Michael Bloomberg.
Untuk mengatasi kesenjangan itu, Oxfam menggarisbawahi langkah-langkah yang bisa diambil pemerintah negara-negara di dunia.
Langkah-langkah itu antara lain memberlakukan pajak yang lebih tinggi terhadap kemewahan dan pemasukkan untuk memastikan ada keseimbangan dan untuk mendanai pelayanan publik, membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah dunia juga bisa memastikan para pekerja mendapatkan bayaran yang layak dan para pengusaha kaya membayar pajak mereka dengan benar.
Max Lawson, penasehat kebijakan Oxfam, mendesak para miliarder untuk melakukan hal yang benar yaitu membayar pajak mereka.
Kemampuan warga kaya untuk menghindari kewajiban membayar pajak terungkap dengan jelas dalam Panama Papers pada tahun lalu. Panama Papers berisi data offshore account dimana para pengusaha kaya menyembunyikan kekayaan mereka.
"Saat ini, para miliarder membayar pajak lebih rendah ketimbang pembantu atau sekretaris mereka," ujar Lawson. "Itu gila."
Akibat ketimpangan itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merosot tajam sejak krisis finansial pada 2008. Hal itu diungkapkan Edelman, salah satu firma marketing terbesar dunia.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan terhadap 33 ribu orang di 28 pasar dunia, Edelman menemukan kemerosotan besar kepercayaan terhadap pemerintah, pengusaha, media, dan bahkan LSM. Kredibilitas CEO berada di tingkat terendah dan pemimpin pemerintahan termasuk kelompok yang paling tidak dipercaya.
Dalam Trust Barometer 2017 yang digelar Edelman diketahui 53% responden menyebut sistem yang ada saat ini telah gagal karena tidak adil dan tidak memberikan harapan untuk masa depan. OL-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved